29 Letusan dan Sekali Awan Panas Guguran Gunung Semeru Terjadi Sepanjang Tengah Malam hingga Pagi

  • Bagikan
Awan Panas Guguran (APG) teramati meluncur dari kawah Gunung Semeru, Ahad (4/12/2022). (Foto/Dok.PVMGB)

LUMAJANG- Sepanjang tengah malam hingga Senin (5/12/2022) pagi, Gunung Semeru mengalami sebanyak 29 letusan, dan satu kali mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG). Hal ini diketahui dari hasil laporan tertulis yang dilansir dari magma.vsi.esdm.go.id.

Dalam laporan tertulis yang dibuat petugas pengamatan Gunung Semeru di Pos Pantau Gunung Sawur, Mukdas Sofian, dan ditayangkan di laman magma.vsi.esdm.go.id, sebanyak 29 letusan tersebut terjadi selama enam jam, yakni pada pukul 24.00-06.00 WIB.

Dari hasil laporan pengamatan, Gunung Semeru terlihat jelas karena cuaca cerah hingga berawan, dan angin lemah ke arah barat daya. Suhu udara sekira 22-23°C. Dari kawah terlihat asap berwarna putih, dengan intensitas tipis hingga sedang, tinggi sekitar 500 meter dari puncak.

BACA JUGA :  Hari Raya Nyepi ATM di Bali Tutup Rabu 12.00 WITA - Jumat 06.00 WITA

Gempa letusan tercatat sebanyak 29 kali terjadi, dengan amplitudo 11-22 mm, dan lama gempa 65-120 detik. Sementara gempa akibat APG Gunung Semeru, terjadi satu kali dengan amplitudo 25 mm dan lama gempa 386 detik.

Dalam pengamatan tersebut, juga tercatat ada sebanyak enam kali gempa guguran dengan amplitudo 1-8 mm dan lama gempa 50-140 detik. Satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 18 mm, S-P 1 detik dan lama gempa 15 detik. Serta satu kali gempa Tektonik Jauh, dengan amplitudo 20 mm, S-P 42 detik dan lama gempa 60 detik.

Hingga saat ini Gunung Semeru, masih berstatus awas level IV. Warga dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 17 km dari puncak.

BACA JUGA :  KMP Nusa Dua Alami Mati Mesin di Gilimanuk, 160 Penumpang di Evakuasi

Di luar jarak tersebut, warga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 19 km dari puncak.

Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 8 Km dari kawah Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Dan dimintai mewaspadai potensi APG, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Sementara, pada laporan tertulis pengamatan Gunung Semeru, pada Ahad (4/12/2022) pukul 24.00-06.00 WIB, secara visual tidak teramati adanya asap dari kawah, namun terlihat adanya luncuran APG dari puncak Gunung Semeru, sejauh 7 km.

BACA JUGA :  Gubernur Koster Sebut Wisman Berkunjung ke Bali 7.000 Orang Setiap Hari

Selain itu juga terjadi delapan kali gempa letusan, dengan amplitudo 18-22 mm, dan lama gempa 65-120 detik, serta satu kali gempa APG dengan amplitudo 35 mm. Sebelumnya, menurut Kepala Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur, Lieswanto, Gunung Semeru memiliki karakteristik berbeda bila dibandingkan dengan gunung api lainnya. Yakni, selalu mengalami letusan atau erupsi setiap 20 menit sekali.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *