Dianggap Kampanyekan LGBT, Malaysia Sita Ratusan Jam Swatch

  • Bagikan
Jam tangan Swatch dipajang di dinding lift di toko Swatch Group di Jepang, di Tokyo, pada 24 Mei 2007. Pembuat jam asal Swiss, Swatch mengatakan, Selasa, 23 Mei 2023, pihak berwenang Malaysia menggerebek toko mereka dan menyita 164 jam tangan. (Foto: Dok. Associated Press)

KUALA LUMPUR – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Malayasia dilaporkan menggerebek toko dan menyita ratusan jam tangan merek Swatch. Tindakan itu dilakukan karena jam tangan asal Swiss itu dianggap mengkampanyekan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Pihak berwenang Malaysia menyita 164 jam tangan Swatch dari Pride Collection. Aksi penggerebakan toko dan penyitaan jam itu dilakukan pada 13 dan 14 Mei lalu.

Jam tangan Pride Collection dari Swatch dinilai memiliki konotasi dengan kampanye LGBT. Jam tangan itu hadir dalam enam pilihan warna, yang mirip dengan bendera kampanye LGBT. Selain itu, jam tangan itu memiliki dua lingkaran pelangi di tali pengikatnya.

“Kami sangat menentang bahwa koleksi jam tangan kami yang menggunakan warna pelangi dan memiliki pesan kedamaian dan cinta dapat berbahaya bagi siapa pun,” kata CEO Swatch Group Nick Hayek Jr, dilansir dari Associated Press, Rabu (24/5/2023).

BACA JUGA :  Pesawat Pelosi Dikawal F15, China Kerahkan Jet Tempur SU-35 Lintasi Langit Taiwan

Menurutunya, Swatch selalu mengedepankan pesan positif tentang kegembiraan dalam hidup. “Ini bukan politik. Kami bertanya-tanya bagaimana Divisi Regulasi dan Penegakan Kemendagri Malaysia akan menyita banyak pelangi alam yang indah yang muncul seribu kali setahun di langit Malaysia,” katanya.

Malaysia yang penduduknya mayoritas Muslim memang menentang hubungan sesama jenis. Baru-baru ini, oposisi Partai Islam Pan-Malaysia menolak konser grup band asal Inggris, Coldplay. Penolakan itu karena Coldplay dianggap mendukung LGBT.

Mendagri Malaysia Saifuddin Nasution mengatakan, dia sedang menunggu laporan lengkap tentang masalah tersebut. Sementara, pihak Swatch mengatakan bahwa mereka kembali menjual jam tangan Pride Collection dan bagian hukum sedang menyelidiki penyitaan tersebut.

BACA JUGA :  Kasus HIV/AIDS di KBB Meningkat Setiap Tahun, Penderita Paling Banyak Pria Penyuka Sesama Jenis
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *