Gubernur Bali Gemakan Kearifan Lokal Dihadapan 135 Negara di Acara Konvensi Minamata

  • Bagikan
Gubernur Bali Wayan Koster gemakan kearifan lokal di acara konvensi minamata (Foto: Istimewa)

DENPASAR – Nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi yang menjadi pondasi dalam pembangunan Bali guna terwujudnya keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali menggema dalam acara Konvensi Minamata tentang Merkuri Tahun 2022 (The 4th Conference of the Parties to the Minamata Convention on Mercury) yang dihadiri lebih dari 1.000 orang dari 135 negara di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Senin (21/3) kemarin.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan, kebijakan pembangunan Bali yang harmonis terhadap alam, sangat sejalan dengan upaya dunia internasional untuk menjaga lingkungan alam yang bersih dan rendah karbon.

Sehingga kata dia sangat tepat menjadi agenda Konvensi Minamata tentang Merkuri di Bali.

BACA JUGA :  Gubernur Bali: Pemberlakukan PPLN Tanpa Karantina Bagi Perjalanan Udara dan Laut

“Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa emisi dan lepasan merkuri sangat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan,” ujar Koster.

Dirinya sangat mendukung upaya dunia internasional dalam pengurangan dan penghapusan merkuri demi menyelamatkan alam beserta isinya dari bahaya emisi merkuri yang menjadi agenda konvensi ini.

Penyelenggaraan Konvensi Minamata yang diikuti oleh 135 negara dan dihadiri oleh lebih dari 1.000 orang, merupakan suatu kebahagiaan bagi  pemerintah dan masyarakat Bali sebagai bagian dalam upaya pemulihan  pariwisata Bali yang mengalami keterpurukan lebih dari 2 tahun, sejak pandemi Covid-19 pertama kali muncul di Bali Maret 2020 lalu.

“Saya mengucapkan terimakasih atas dipilihnya Bali sebagai tempat penyelenggaraan Konvensi Minamata tahun 2022,” katanya.

BACA JUGA :  Prakiraan Cuaca Wilayah Bali Rabu 25 Januari 2022

Ia berharap, semoga konvensi minamata ini berlangsung dengan lancar dan sukses, serta menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi perubahan dunia kearah yang semakin baik dalam tatanan era baru.

“Terutama dalam mengurangi merkuri, sehingga alam beserta isinya akan semakin sehat dan berkualitas untuk kebahagiaan masyarakat dunia,” ucap Koster.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *