DPRD Badung Soroti Kinerja PDAM Titra Mangutama yang Kurang Maksimal

  • Bagikan
Ketua Komisi II I Gusti Lanang Umbara didampingi jajaran Komisi II saat raker dengan sejumlah pimpinan OPD Badung (Foto: Humas Badung)

BADUNG – Komisi II DPRD Badung menyoroti kinerja perusahaan umum daerah air minum (PDAM) Titra Mangutama, Badung. Pasalnya, program air dalam kemasan yang sempat dirancang oleh Perusda tersebut hingga kini tak kunjung terealisasi.

Komisi II pun mendorong agar perusahaan pelat merah Badung ini secepatnya membuat produk air dalam kemasan seperti yang diharapkan oleh Bupati Badung.

“Kami harap Perusda Air Minum Tirta Mengutama segera merealisasikan program air dalam kemasan ini,” kata Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat rapat kerja bersama organiasi peranglat desa di Gedung dewan, beberapa hari lalu, dikutip Senin (21/3).

Menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung ini potensi sumber air yang dimiliki Badung  cukup besar untuk  kepentingan bisnis air dalam kemasan.

BACA JUGA :  Diduga Ilegal, Restoran Dalam Gua di Kuta Selatan Ditutup Pol PP

“Maaf saya orang bisnis juga, jadi saya tahu pasar bisnis air dalam kemasan ini sudah jelas,” kata Gusti Anom.

Ia mengatakan, minimal air dalam kemasan ini bisa dipasarkan dari kawasan Puspem hingga ke desa-desa dan lingkungan di Kabupaten Badung.

Menurutnya Iini potensi bagi pendapatan daerah ke depannya. Sayang kalau ini tidak dimanfaatkan secara baik.

“Saya kira invenstasi air dalam kemasan ini tidak begitu banyak, tinggal beli mesin saja dan tempat gudang serta sumber daya manusia yang unggul untuk bisnis ini,” katanya.

Anom Gumanti juga meyakini untuk distribusi penjualan air kemasan ini tidak begitu sulit, lantaran di Badung ada banyak hotel dan restoran yang memang membutuhkan air kemasan.  

BACA JUGA :  Jelang Gala Dinner Delegasi KTT G20, Polisi akan Tutup Arus Lalu Lintas Menuju GWK Sore Ini

“Ada potensi didistribuskikan ke kantor-kantor. Selain itu bisa juga ke hotel-hotel dan ini kemampuan perusahaan daerah yang melakukan pengelolaan. Sepanjang memenuhi kualitas dan daya saing, pasti kita bisa bersaing dengan produk lain,” jelasnya.

  • Bagikan

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *