Mengenal Indahnya Nebula Cincin Selatan, Gas dan Debu yang Mengembang dari Ledakan Kematian Bintang

  • Bagikan
Nebula Cincin Selatan yang diambil dengan instrumen NIRCam Webb. Teleskop melihat nebula ini dalam inframerah-dekat. (Foto: NASA, ESA, CSA, dan STScI)

JAKARTA- Teleskop James Webb mengungkap foto Nebula Cincin Selatan dengan detail yang menakjubkan. Nebula Cincin Selatan adalah cincin gas dan debu yang tumbuh keluar dari ledakan kematian bintang. Foto Webb menunjukkan sistem bintang ganda di pusatnya.

Nebula Cincin Selatan terletak 2.000 tahun cahaya jauhnya. Ini adalah nebula planet, atau awan gas yang mengembang di sekitar bintang yang sekarat. Setelah meledakkan semua lapisan luarnya, bintang kerdil putih yang sekarat di jantung nebula itu sangat panas dan melepaskan radiasi ultraviolet yang intens, menyebabkan gas di sekitarnya menyala.

“Kami tahu ini adalah bintang biner, tapi kami tidak bisa melihat banyak dari bintang sebenarnya yang menghasilkan nebula,” kata astrofisikawan Karl Gordon. 

BACA JUGA :  Apa itu Titik Balik Matahari? Fenomena Astronomi yang Bakal Terjadi Besok

Bintang itu, yang dulunya merupakan bintang besar yang meledak menjadi supernova, sekarang menjadi bintang katai putih yang padat. Nebula Cincin Selatan sedang terbentuk karena sebagian besar massa bintang saat ini bergerak keluar dengan kecepatan 14 kilometer per detik. 

Apa yang tersisa memancarkan panas, atau radiasi infra merah, dan sinar-x lembut, tetapi mereka biasanya dikaburkan oleh cahaya yang menyala-nyala dari bintang pendamping yang lebih terang dan masih ada. Itu diubah oleh Webb’s Mid Infrared Instrument, atau MIRI.

NIRCam menampilkan awan gas dan debu dengan tekstur seperti spons dan penuh dengan gelembung yang diciptakan oleh angin bintang di kulit terluar Nebula Cincin Selatan, tempat molekul hidrokarbon berkembang pada butiran debu. 

BACA JUGA :  Sinyal TV Digital Bisa Dicek Menggunakan Aplikasi

Awan ini muncul sebagai jaringan filamen biru berbusa di MIRI. Gas panas terionisasi di tengah cincin terlihat sebagai kabut merah cemerlang dalam tampilan inframerah-tengah dari MIRI dan sebagai kabut biru dalam foto-foto inframerah-dekat dari NIRCam. 

Dua bintang cemerlang, satu merah dan satu putih kebiruan, berkobar di tengah-tengah semuanya.

“Di MIRI, bintang bersinar merah karena ada debu di sekitarnya,” kata Gordon, dilansir dari Inverse

“Kita harus melihat kedua bintang dengan sangat jelas,” ujarnya.

Gambar-gambar dari teleskop James Webb yang diluncurkan ini merupakan puncak dari lebih dari dua dekade pengembangan teleskop yang dimulai pada 1996. Diskusi umum tentang proyek yang dimulai bahkan lebih awal.

BACA JUGA :  Fenomena Langka Bulan Purnama Stroberi Super akan Terjadi Sore Ini, Berikut Jadwalnya di Indonesia

Selama bertahun-tahun, Webb terkadang sangat kekurangan dana, dan setidaknya sekali dalam bahaya dibatalkan karena melonjaknya biaya. Webb akhirnya diluncurkan ke orbit pada 25 Desember 2021.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *