Panen Raya Padi, Kementan Sebut Harga Beras Mulai Turun

  • Bagikan
Sejumlah petani memanen padi di persawahan Desa Sirnoboyo, Kebonagung, Pacitan, Jatim. (Foto ilustrasi: Dok.Antara)

JAKARTA- Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut harga beras mulai turun seiring datangnya musim panen raya padi di sejumlah daerah penghasil beras. 

Terkait dengan itu, Kementan mendorong kolaborasi yang kuat antarlembaga, baik kementerian terkait maupun swasta untuk sama-sama melakukan penyerapan gabah petani dengan harga acuan yang telah ditetapkan.

“Sekali lagi kami katakan semua pihak wajib waspada untuk kebutuhan stok dan untuk menyerap gabah serta menjaga harga di tingkat petani agar tetap stabil dan memberi dampak terhadap kesejahteraan petani,” ujar Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (4/4/2023).

Saat ini, lanjutnya, kementan memiliki program jangka panjang, yakni Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) yang berperan dalam penyerapan gabah petani di seluruh daerah. Meski demikian, peran Kostraling perlu mendapat dukungan dari lembaga dan pihak lain.

BACA JUGA :  Cadangan Menipis, Bulog akan Beli Beras Petani Berapa Pun Harganya

“Yang pasti kami terus bekerja dan siaga mengawal panen raya tahun ini. Akan tetapi kami juga membutuhkan dukungan dari lembaga dan pihak terkait agar penyerapan gabah berjalan optimal,” kata Kuntoro.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis harga gabah dan beras di sejumlah provinsi terus mengalami penurunan, dikarenakan pasokan meningkat dipicu banyak daerah tengah menggelar panen raya. 

Diketahui, harga gabah kering panen di tingkat petani pada Maret 2023 menurun sebesar 7,65 persen dam harga gabah kering giling turun 5,99 persen (MtoM).

Terbaru, BPS merilis kenaikan index kesejahteraan petani melalui nilai tukar petani atau NTP yang mencapai 110,85 atau mengalami kenaikan tinggi sebesar 0,29 persen apabila dibandingkan dengan Februari 2023. 

BACA JUGA :  Harga Ayam Pedaging Anjlok, Mendag Bakal Panggil 4 Perusahaan Unggas Penguasa Pasar

Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,53 persen atau lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani yang hanya 0,24 persen.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *