TGIPF: Ada Upaya Oknum Polisi Ganti Rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan

  • Bagikan
Tragedi Kanjuruhan.

JAKARTA- Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan Malang telah mengunggah dokumen laporan ke situs resmi Kemenko Polhukam yakni polkam.go.id.

Berdasarkan laporan dengan 166 halaman tersebut, terdapat beberapa temuan soal tragedi Kanjuruhan. Pada halaman 50, TGIPF menyebut ada upaya dari oknum polisi untuk mengganti rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan. Hal tersebut merupakan pengakuan General Coordinator. 

“Ada juga upaya aparat kepolisian untuk mengganti rekaman dengan yang baru. Hal ini kesaksian dari Pak Heru selaku General Koordinator,” bunyi temuan dalam laporan TGIPF dikutip Selasa (18/10/2022).

Bahkan, TGIPF menemukan bahwa pihak kepolisian melarang rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan untuk diunduh.

“CCTV yang ada di stadion dilarang untuk didownload oleh aparat kepolisian,” bunyi temuan tersebut. 

BACA JUGA :  Dua Orang Pria di Tangerang Diringkus Polisi Gegara Produksi Kosmetik Implora Palsu

Tidak hanya itu, pada halaman 98 temuan TGIPF menyebut bahwa terdapat rekaman CCTV yang hilang karena telah dihapus. TGIPF mengatakan, rekaman di lobi utama dan area parkir Stadion Kanjuruhan dihapus selama 3 jam 21 menit. 

Padahal, CCTV lobi utama merekam rangkaian kendaraan Baracuda milik polisi yang melakukan evakuasi Tim Persebaya dari Stadion Kanjuruhan.

“Pergerakan awal rangkaian Baracuda yang akan melakukan evakuasi Tim Persebaya, dapat terekam melalui CCTV yang berada di lobi utama dan Area parkir, tetapi rekaman CCTV tersebut mulai dari pukul 22.21.30 dapat terekam dengan durasi selama 1 jam 21 menit, dan selanjutnya rekaman hilang (dihapus) selama 3 jam, 21 menit, 54 detik. Kemudian muncul kembali rekaman selama 15 menit,” tulis dokumen TGIPF. 

BACA JUGA :  Usai Lakukan Rapat, TGIPF Tegaskan Semua Liga PSSI Dihentikan Sementara

Hilangnya rekaman CCTV selama 3 jam lebih tersebut menghambat tugas TGIPF untuk merangkai peristiwa dan menggali fakta. 

“Hilangnya durasi rekaman CCTV menyulitkan atau menghambat tugas tim TGIPF untuk mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi,” lanjut laporan tersebut.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *