TNI AL Bantu Penanganan Kapal Kargo Berbendera Inggris yang Nyaris Tenggelam di Perairan Raja Ampat

  • Bagikan
Kapal Kargo MV Indian Partnership yang kandas di atas terumbu karang hingga nyaris tenggelam di Pulau Misool, Raja Ampat. (Foto: Dispen Koarmada III)

SORONG- Kapal TNI AL dari Koarmada III melaksanakan quick response atau aksi cepat pertolongan pertama kecelakaan laut di perairan Misool Timur, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Kapal kargo asing ini bernama MV Indian Partnership yang kandas di atas terumbu karang hingga nyaris tenggelam, pada Senin (24/4/2023) malam.

Kadispen Koarmada III Kolonel Laut (KH) R Doni Kundrat mengatakan, kapal tersebut diduga mengalami kebocoran pada saat melakukan pelayaran saat melintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III. 

Setelah menerima informasi terjadinya kecelakan laut, Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Agus Hariadi langsung memerintahkan unsur Koarmada III, salah satunya KRI Mata Bongsang-873 menuju lokasi kapal tersebut di sekitar Perairan Pulau Missol, Selasa (25/4/2023).

BACA JUGA :  Danrem 161/WS Menerima Audiensi Panitia Pelaksana Festival Budaya Amanatun

Setiba di lokasi, KRI Mata Bongsang-873 langsung melaksanakan dekenitetiko, yaitu deteksi, kenali, nilai, tentukan dan komando.

“Kapal MV Indian Partnership ini dari laporan bertolak dari Pelabuhan Skarten River, Australia menuju China dengan muatan bauksit sejumlah 178.087 ton,” ujar Doni, Selasa (25/4/2023). 

Menurutnya, para ABK MV Indian Partnership baru menyadari kapal diduga mengalami kebocoran pada Ahad (23/4/2023). Namun mereka tidak merasakan benturan terhadap badan kapal.

“Selanjutnya ABK MV Indian Partnership berusaha mempertahankan kapal karena posisi geladak haluan hampir sejajar dengan garis air. Kemudian lego jangkar darurat pada posisi sekitar Perairan Pulau Missol,” katanya.

Nakhoda kapal lalu berkoordinasi dengan agen di Indonesia untuk meminta persetujuan diving clearance dari Harbour Master/ Syahbandar setempat agar dapat menurunkan ABK yang memiliki kemampuan menyelam untuk memeriksa dan menemukan serta memperbaiki kebocoran kapal tersebut.

BACA JUGA :  Sambut HUT RI, PT Peak Solutions Bagikan 77 Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan

Adapun data kapal tersebut yakni MV Indian Partnership dengan jenis kargo/Bulk Carrier, bendera Inggris, Tonase 95.009 GT muatan bauksit dengan 22 orang ABK dari WNA yang terdiri atas kewarganegaraan India, Russia, Myanmar, Ukraina, Turki, China dan Vietnam.

Atas peristiwa itu, jajaran Koarmada III melalui Pangkoarmada III langsung melaksanakan koordinasi dengan unsur terkait untuk bersinergi dalam penanganan masalah tersebut. Baik dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai, Karantina setempat dan Pangkalan TNI AL Sorong serta dengan agen kapal MV Indian Partnership yang berada di Indonesia.

Salah satu yang dikoordinasikan penerbitan Notice to Mariner dengan KSOP setempat. Penerbitan Notice to Mariner untuk pemberitahuan kepada pelaut dan nakhoda kapal yang melintas di perairan tersebut karena adanya kapal mengalami kecelakaan. Seperti adanya dugaan kebocoran yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran, navigasi, termasuk akan bahaya pencemaran dan lain sebagainya.(*)

BACA JUGA :  Warga Karimunjawa Kesulitan Beraktivitas Akibat Krisis BBM
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *