TPA Tergenang Lumpur, Aktivitas Pembuangan Sampah di Kabupaten Bandung Barat yang Sempat Tersendat Kini Mulai Lancar

  • Bagikan
Pembuangan sampah ke TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, KBB, kini mulai berjalan normal. (Foto: Dok)

BANDUNG BARAT- Aktivitas pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mulai berjalan normal.

Sebelumnya pembuangan sampah sempat terkendala akibat jalan licin dan lokasi di TPA yang tergenang lumpur akibat diguyur hujan. 

“Sekarang sudah mulai lancar, meski belum sepenuhnya normal. Tapi dibandingkan beberapa pekan lalu, aktivitas pembuangan relatif lancar,” kata Bendahara UPT Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), KBB, Agus Hermawan, Jumat (4/11/2022).

Diakuinya sekitar dua pekan lalu, pengangkutan dan pembuangan sampah ke TPA Sarimukti sempat terkendala. Penyebabnya karena kondisi jalan dan area di dalam TPA yang tidak mungkin dilewati oleh armada truk sampah, karena licin dan membahayakan. 

BACA JUGA :  Samakan Tembakau dengan Narkotika, RUU Kesehatan Ramai Ditolak Buruh dan Petani di DIY

Hujan yang terus mengguyur saat itu membuat area pembuangan sampah di TPA Sarimukti banjir lumpur hingga menyulitkan truk sampah untuk menurunkan muatan. Akibatnya terjadi antrean truk sampah yang panjang, bahkan ada di antaranya terpaksa harus menginap di jalan. 

“Sekarang jalan di lokasi TPA informasinya sudah diperbaiki, jalur pembuangan di dalam juga dibagi dua, jadi lalu lalang kendaraan jadi lebih cepat,” tuturnya. 

Saat ini pihaknya sedang fokus pada pelayanan pengangkutan sampah di masyarakat yang sempat tersendat beberapa pekan terakhir. Untuk sehari pihaknya bisa mengangkut hingga 160 ton sampah dari 10 kecamatan yang sudah terlayani.

Meski pelayanan dan kondisi di TPA Sarimukti sudah membaik, namun ritase pengangkutan sampah yang dilakukan masih belum normal sepenuhnya. Sekarang rata-rata sopir truk bisa mengangkut dua rit dalam sehari. Sebagian untuk mengangkut sampah yang sebelumnya tidak bisa dibuang ke Sarimukti.

BACA JUGA :  Polda Bali Temukan 145 Money Changer Ilegal di Kuta, Sanur dan Ubud

“Tumpukan sampah masih ada meski sebagain sudah ketarik, tinggal sisanya dibereskan. Kita utamakan di TPS yang resmi atau permukiman warga, kalau sampah di TPS liar sekitar 10 persenan lagi,” ucapnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *