Memberi Ruang Harapan di Balik Viralitas

  • Bagikan
Foto: dok. istimewa

Oleh: Joko Prayitno (Joko Dolok)
Wartawan Foto, Lulusan ISIP 1987

Jakarta, Jumat (9/1) — Jagat media sosial beberapa hari terakhir diramaikan oleh beredarnya sebuah video dan foto seorang gadis muda asal Palembang yang diamankan saat berada di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Gadis tersebut terlihat mengenakan seragam yang menyerupai pramugari Maskapai Batik Air.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa yang bersangkutan diduga bukan pramugari resmi dari maskapai tersebut.

Viralitas peristiwa ini tentu mengundang beragam reaksi publik. Ada yang mencibir, ada pula yang menyayangkan, bahkan tidak sedikit yang langsung menghakimi. Sebagai seorang jurnalis foto yang telah puluhan tahun bergelut dengan dinamika sosial dan kemanusiaan, peristiwa ini justru mengetuk sisi empati saya sebagai seorang ayah dan sebagai manusia.

BACA JUGA :  Mau Tahu Ngerinya Donald Trump Sebagai Presiden AS? Begini Ceritanya…

Melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan keprihatinan sekaligus harapan. Keprihatinan karena di balik sorotan kamera dan gawai, ada seorang gadis muda dengan mimpi besar tentang masa depannya. Harapan, karena setiap mimpi—betapapun caranya ia ditempuh—pantas untuk diarahkan, bukan dipatahkan.

Tidak dapat dimungkiri, tindakan mengenakan atribut profesi tertentu tanpa kewenangan tentu memiliki konsekuensi hukum dan etika. Namun, di sisi lain, publik juga patut melihat konteks kemanusiaannya. Bisa jadi, seragam itu bukan simbol penipuan, melainkan cerminan kuatnya keinginan dan cita-cita yang belum menemukan jalannya.

Melalui media ini, saya berharap Maskapai Batik Air dapat melihat peristiwa ini dengan kacamata yang lebih luas dan bijaksana. Alih-alih semata-mata menjatuhkan hukuman, alangkah mulianya bila diberikan ruang pembinaan. Jika memungkinkan, mengapa tidak memberikan kesempatan kepada gadis tersebut untuk mengikuti proses seleksi atau uji kompetensi resmi sebagaimana calon pramugari lainnya?

BACA JUGA :  Soal Demo 11 April, Tokoh Pemuda Jakbar Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Apabila ia memang memenuhi syarat, lulus secara profesional, dan berkompeten, maka kesempatan itu bisa menjadi titik balik kehidupannya menjadi “obat” bagi masa depan yang sedang ia perjuangkan. Sebaliknya, jika belum memenuhi kriteria, setidaknya ia mendapatkan pembelajaran yang adil, bermartabat, dan manusiawi.

Sebagai orang tua, saya membayangkan jika anak saya berada di posisi yang sama. Sudah pasti saya akan berdiri di sampingnya, memberi nasihat, menguatkan mentalnya, dan mendorongnya untuk meraih cita-cita dengan cara yang benar. Anak muda memang kerap salah melangkah, namun tugas kita bersama adalah menunjukkan jalan yang lurus, bukan menutup pintu harapan.

Semoga Maskapai Batik Air dapat mempertimbangkan pendekatan yang lebih arif dan penuh empati, serta memberi ruang bagi gadis muda tersebut untuk memperjuangkan mimpinya menjadi pramugari sesungguhnya. Karena pada akhirnya, kemanusiaan dan masa depan generasi muda adalah tanggung jawab kita bersama.

BACA JUGA :  Peringkat Indeks Korupsi Indonesia di Antara Negara Asean dan Dunia
Penulis: Joko PrayitnoEditor: Renoto Sirengga
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights