Buntut Skandal Epstein, Polisi Geledah Kediaman Eks Pangeran Inggris

  • Bagikan
Polisi Inggris geledah kediaman eks pangeran Andrew, setelah ditangkap-dibebaskan buntut kasus Epstein. Foto: REUTERS/Jaimi Joy

LONDON — Kepolisian Inggris menggeledah dua properti milik Prince Andrew pada Jumat (20/2), sehari setelah adik Raja Inggris itu ditangkap terkait dugaan penyalahgunaan jabatan publik. Penggeledahan dilakukan di kediaman lamanya di Windsor, barat London, serta di Wood Farm, Sandringham, Norfolk, tempat ia kini tinggal.

Penangkapan Andrew pada Kamis (19/2), bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-66, memicu sorotan luas media Inggris dan internasional. Foto dirinya saat keluar dari kantor polisi menghiasi halaman depan sejumlah surat kabar dengan tajuk utama bernada keras.

Menurut laporan Reuters, Andrew ditangkap atas dugaan mengirim dokumen rahasia pemerintah Inggris kepada terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein, ketika masih menjabat sebagai utusan khusus perdagangan dan investasi. Ia ditahan lebih dari 10 jam sebelum akhirnya dibebaskan dengan status masih dalam penyelidikan.

BACA JUGA :  Pastikan Keamanan Bali, Pangdam Zamroni dan Kapolda Patroli Udara

Hingga kini, Andrew belum didakwa secara resmi. Namun, jika terbukti bersalah, ia dapat menghadapi hukuman berat, dengan perkara berpotensi disidangkan di Crown Court.

Saat dibebaskan, Andrew tampak lesu dan tertekan. Dalam rekaman yang beredar, ia terlihat duduk di kursi belakang kendaraan Range Rover dengan mata memerah dan ekspresi tidak percaya.

Istana Buckingham belum memberikan pernyataan rinci terkait proses hukum tersebut. Namun, King Charles III menyatakan dirinya “sangat prihatin” atas penangkapan adiknya.

“Hukum harus berjalan sebagaimana mestinya. Proses penuh, adil, dan tepat akan dilakukan oleh otoritas yang sesuai,” ujar Raja Charles dalam pernyataan singkat.

Kasus ini kembali menyeret nama Andrew dalam pusaran kontroversi lama terkait hubungannya dengan Epstein. Sebelumnya, Andrew telah berulang kali membantah melakukan kesalahan dan menyatakan menyesali persahabatannya dengan financier asal Amerika Serikat tersebut.

BACA JUGA :  Update Banjir Bali: 18 Tewas, 2 Orang Masih Hilang dan Ratusan Warga Mengungsi

Namun, dokumen yang dirilis pemerintah AS menunjukkan Andrew tetap menjalin komunikasi dengan Epstein bahkan setelah yang bersangkutan dihukum pada 2008 atas kasus eksploitasi prostitusi anak di bawah umur. Dalam dokumen itu juga disebutkan Andrew mengirimkan laporan pemerintah Inggris mengenai peluang investasi di Afghanistan, serta penilaian terkait Vietnam, Singapura, dan sejumlah negara lain yang ia kunjungi dalam kapasitasnya sebagai Perwakilan Khusus Pemerintah untuk Perdagangan dan Investasi.

Penangkapan ini menandai babak baru dalam rangkaian persoalan hukum yang membayangi Andrew dalam beberapa tahun terakhir. Aparat kepolisian menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai barang bukti yang disita dalam penggeledahan tersebut.*

BACA JUGA :  Zelensky Sebut Inflasi dan Covid19 di AS Bukan Persoalan Besar Dibanding Perjuangan Ukraina
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights