Mendagri: Bali Miliki Potensi Menjadi Ibu Kota Pariwisata

  • Bagikan
JANGER - Duta Kota Denpasar menampilkan seni Janger pada Pesta Kesenian Bali (PKB) 2021 di Taman Budaya, Denpasar. Di masa pandemi, pementasan kesenian dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19. (foto/eka adhiyasa)

BALI – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berjanji akan memperjuangkan pasal khusus pengakuan budaya, tradisi dan seni Bali di DPR RI.

Menurutnya, Bali memiliki potensi menjadi ibu kota pariwisata.

Sementara itu, Menparekraf Sandiaga Uno menanggapi hal itu mengatakan akan mengkajinya terlebih dulu. Dan sebelumnya, ia berterima kasih akan kehadiran Tito yang mewakili presiden di acara Pesta Kesenian Bali ke-44 itu.

“Dalam sambutannya pak mendagri memiliki pemikiran bahwa di beberapa negara terjadi pemisahan antara ibu kota politik, ibu kota ekonomi, contohnya adalah Washington dan New York, dan ibu kota pariwisata Los Angeles sebagai tempat paling banyak menarik wisatawan,” terang Sandiaga, dikutip Selasa (14/6).

BACA JUGA :  Menguak Keindahan Laut dan Budaya Desa Wisata Keciput di Kepulauan Bangka Belitung

Seiring dengan pembangunan IKN imbuh dia,  sebagai ibu kota negara, ibu kota ekonominya itu adalah Jakarta, dimungkinkan Bali menjadi ibu kota pariwisata dan seni budaya. Itu yang dilontarkan oleh bapak mendagri.

“Tentunya ini adalah suatu pandangan yang perlu kita apresiasi dan perlu juga kita kaji,” jelas dia saat temu wartawan, Senin (14/6) kemarin.

Sandiaga mengatakan, destinasi Indonesia tersebar luar dari Sabang sampai Merauke dan semuanya memiliki kekhasan tersendiri.

Menurut dia, meski tak bisa dipungkiri bahwa Bali adalah magnet yang amat kuat, pemerintah saat ini juga sedang membangun lima destinasi lain yang diharapkan akan serupa.

“Karena Indonesia itu kan pariwisatanya luas dari Sabang sampai Merauke,” katanya

“Memang Bali masih sebagai destinasi unggulan. Tapi kita lagi mengembangkan lima destinasi super prioritas lainnya,” jelas Sandiaga.

Sekilas, Sandiaga tak ingin pembangunan terpusat di suatu destinasi. Karena, Indonesia memiliki begitu banyak destinasi yang perlu dikembangkan.

“Nah ini tentunya kita pastikan agar pembangunan pariwisata itu selain kita bangkitkan pariwisata di Bali tapi juga menyentuh di 514 kabupaten/kota di 34 provinsi. Kita mulai dari lima destinasi super prioritas,” terang dia.

BACA JUGA :  Inspektorat Klungkung Temukan Dugaan Penyimpangan Dana APBDes 2021
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *