Mulai 1 April, Ngebut Melebihi 120 Km/Jam di Tol, Bakal Dikirimi ‘Surat Cinta’

  • Bagikan
Speed camera di jalan Tol yang akan merekam kecepatan kendaraan (Ilustrasi)

JAKARTA – Mulai bulan depan, hati-hati bagi pengendera (supir) yang suka ngebut di jalan tol. Pasalnya, terhitung 1 April 2022, kendaraan dengan kecepatan di atas 120 kilometer per jam (KM/Jam) akan terkena sanksi tilang.

Upaya itu diberlakukan seiring dengan pemasangan speed kamera di sejumlah titik di jalan tol.

Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan menyebutkan bahwa kamera tersebut nantinya akan dipergunakan untuk mengintai pengendara yang kerap memacu kecepatan kendaraannya.

“Jadi bila mobil sudah berjalan di atas 120 kilometer per jam, pasti akan ter-capture dan setelah diverifikasi akan ada surat cinta untuk pelanggar membayar denda,” kata Aan sebagaimana dikutip dari laman resmi Korlantas Polri, Minggu (27/3).

BACA JUGA :  Pemerintah Pastikan Lindungi Orang Utan dan Satwa-Satwa Liar Yang Ada di Wilayah IKN

Terkait batas kecepatan di jalan tol termaktub dalam peraturan pemerintah no 79 tahun 2013 tentang jaringan Lalu Lintas dan Angkutan.

Aturan itu kemudian diperkuat dengan penerbitan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan. Salah satunya, disebutkan bahwa batas kecepatan di jalan tol yaitu 60 hingga 100 kilometer per jam.

Pengendara bisa mensesuaiakan kecepannya sesuai dengan rambu lalu lintas yang terpasang.

Dalam aturan tersebut, dituliskan bahwa kendaraan di tol dalam kota dapat melaju dengan kecepatan minimal 60 km/jam, maksimal 80 km/jam.

Sementara, untuk berkendara di tol luar kota batas minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam. Bila pengendara mengemudi melebihi batas kecepatan itu, maka polisi dapat melakukan penilangan.

BACA JUGA :  Jokowi Dorong Seluruh Kawasan Industri Percepat Program Vaksinasi Booster

Aan menjelaskan, jika pengendara tertangkap speed camera melanggar aturan kecepatan maka

Nantinya kata Aan, jika speed camera menangkap pengendara yang melanggra, maka akan ada proses verifikasi.

Polisi, kata dia, akan mengirimkan bukti-bukti pelanggaran lalu lintas di jalan tol ke alamat pemilik kendaraan.

Saat ini, kata Aan, sudah ada lima kamera yang dipergunakan untuk menangkap gambar di jalan tol itu. Kamera tersebar di wilayah Jawa Timur hingga Jakarta.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *