Sejarah Si Pitung Pejuang dari Betawi yang Dibenci Belanda Berdasarkan Kitab Al Fatawi

  • Bagikan
Foto ilustrasi dari Film Si Pitung: Banteng Betawi. (Foto/mubicom)

GARUDANEWS- Bertepatan dengan momen diresmikannya nama Pitung sebagai nama jalan di Jakarta Barat dalam rangka HUT DKI Jakarta ke-495, masyarakat Indonesia umumnya mengenal sosok pendekar dari Betawi tersebut.

Namanya begitu populer ketika komik, cerita rakyat, lenong, bahkan film layar lebar menayangkan tentang sosok si Pitung.

Pada umumnya kita mengetahui cerita bahwa sosok pitung kerap membuat Belanda kewalahan karena aksinya merampok rumah-rumah saudagar kaya yang kemudian memberikan uang tersebut kepada rakyat miskin.

Aksi-aksi yang dilakukan oleh Pitung ini membuatnya ditangkap oleh Belanda dan dibawa ke kantor Kontrolir Scout Hryne dan dipenjarakan di Grogol, dan terekam dalam surat kabar Hindia Olanda juga salah satu buronan kelas kakap polisi kolonial.

BACA JUGA :  Mustofa Debu: Makam Keramat Syekh Buyut Jenggot Harus Dijaga, Dirawat, dan Dilestarikan

Namun benarkah itu yang terjadi?. Sayangnya, informasi tentang sosok Pitung yang kita kenal diolah melalui versi Belanda. Akibatnya, sejarah tentang sosok pitung yang sesungguhnya simpang siur dan kabur dalam sejarah.

Sosok pitung bukan sekedar cerita rakyat atau sejarah beragam versi, tapi pitung merupakan sebuah gerakan perjuangan sekelompok pendekar Jakarta melawan penjajahan Belanda.

Maka dari itu akan kami ulas sejarah pitung yang disarikan dari Kitab Al Fatawi yang ditulis ulang dari tulisan lama ke dalam Bahasa Arab Melayu oleh Al Allamah Asy-Syekh KH Ratu Bagus Ahmad Syar’i (Kumpi Syari/Babe Betawi) atas perintah Guru Mansur Sawah Lio tahun 1910 Masehi di Jakarta.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *