Terlalu Subur, Wanita Uganda Sudah Lahirkan 44 Anak di Usia 40 Tahun

  • Bagikan
Mariem Nabatanzi dan anak-anaknya. Wanita Uganda tersebut telah melahirkan 44 anak pada usia 40 tahun. Foto/REUTERS

Mariem Nabatanzi menghabiskan seluruh waktunya untuk merawat anak-anaknya dan berusaha mendapatkan uang untuk menghidupi mereka.

Semua anaknya berasal dari suaminya yang sering absen yang akhirnya meninggalkannya beberapa tahun lalu ketika Mariem melahirkan anak bungsunya.

Berbicara melalui penerjemah, salah satu putranya memberi tahu Joe Hattab bahwa ibunya adalah “pahlawannya”.

Sekarang, Mariem dan anak-anaknya tinggal di empat rumah sempit yang terbuat dari balok semen dengan atap seng bergelombang di sebuah desa yang dikelilingi oleh ladang kopi, 31 mil di utara Kampala.

Dia memberi tahu Joe Hattab bahwa seorang “wanita baik hati” telah menyumbangkan beberapa tempat tidur susun untuk anak-anaknya setelah suaminya meninggalkannya, tetapi itu masih bisa sangat sempit, dengan 12 di satu kamar tidur dua di kasur.

BACA JUGA :  Alami Krisi Ekonomi, Pemerintah Pakistan Minta Warganya Kurangi Minum Teh

Berbicara tentang mantan suaminya yang pecundang, Mariem menggunakan sumpah serapah, sebelum meluapkan kemarahannya. “Saya tumbuh dengan air mata, suami saya telah melewatkan saya melalui banyak penderitaan,” katanya.

“Semua waktu saya dihabiskan untuk merawat anak-anak saya dan bekerja untuk mendapatkan uang.” Mariem telah melakukan segalanya untuk menafkahi anak-anaknya, mengubah tangannya menjadi penata rambut, mengumpulkan besi tua, membuat gin buatan sendiri, dan menjual obat-obatan herbal.

Semua uang yang dia hasilkan langsung digunakan untuk membeli makanan, pakaian, perawatan medis, dan biaya sekolah.

Tapi di dinding rumahnya di tempat kebanggaan itu tergantung potret beberapa anaknya yang lulus sekolah. Anak sulungnya Ivan Kibuka, yang berusia pertengahan 20-an tahun, terpaksa putus sekolah menengah ketika ibunya tidak mampu lagi membiayainya.

BACA JUGA :  Penomena Langka, 2 Medan Perang Zaman Nabi Muhammad Tertutup Salju

“Ibu kewalahan,” katanya.”Pekerjaan itu menghancurkannya.”

“Kami membantu semampu kami, seperti memasak dan mencuci, tetapi dia masih menanggung seluruh beban keluarga,” ujarnya, seperti dikutip dari New York Post, Senin (27/6/2022).

Wanita paling subur dalam sejarah adalah seorang petani Rusia abad ke-18 bernama Valentina Vassilyev. Antara 1725 hingga 1765, ia tercatat melahirkan 69 anak–67 di antaranya selamat dari masa bayi.

Ini termasuk 16 pasang kembar, tujuh pasang kembar tiga, dan empat pasang kembar empat. Suaminya, Feodor, diduga memiliki enam pasang anak kembar dan dua pasang kembar tiga dengan istri keduanya. Ini berarti dia menjadi ayah dari total 87 anak.

Namun, tidak mengherankan, pencatatan di pedesaan Rusia abad ke-18 sangat tidak merata, dan angka-angka ini diperdebatkan oleh para sejarawan.(*)

Penulis: JhonEditor: Aini Fitri
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights