Tertarik Upaya Kodam IX/Udayana Atasi Stunting, Kasad Tinjau Sentra Produksi Kelor Korem 161/WS

  • Bagikan
Meninjau secara langsung Sentra Produksi Kelor yang berada di Koramil 02/Camplong Kodim 1604/Kupang. (Foto : Kodim 1604/Kupang)

KUPANG – Pohon kelor saat ini merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan masyarakat Indonesia. Selain proses pembibitannya dan perawatannya mudah, tanaman ini juga mempunyai banyak manfaat yang luar biasa bagi pemenuhan gizi dan kesehatan tubuh

Dihadapkan pada kondisi geografis yang kering dan masih tingginya angka stunting di Nusa Tenggara Timur, pohon kelor sangat cocok menjadi salah satu alternatif tanaman yang dibudidayakan didaerah ini. Selain menjadi tanaman yang dapat menambah pendapatan masyarakat, pohon kelor juga dapat dijadikan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di Bumi Flobamora.

Melihat manfaat dan peluang ini Kodam IX/Udayana secara sinergi dengan instansi terkait, telah mempelopori budidaya pohon kelor dengan membangun sentra-sentra produksi di wilayah jajaran Korem 161/Wira Sakti. Sentra-sentra produksi ini dibuat sebagai percontohan sehingga masyarakat binaan dapat melihat dan belajar secara langsung proses pembibitan sampai dengan pengolahan hasil produksi daun kelor.

BACA JUGA :  Puncak Pelebon Putra Bungsu Pahlawan I Gusti Ngurah Rai, Kasrem 163/WSA Beri Penghormatan Terakhir

Menyikapi potensi manfaat yang luar biasa, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M., saat melaksanakan Kunjungan Kerja di wilayah Korem 161/Wira Sakti, juga menyempatkan diri untuk meninjau secara langsung Sentra Produksi Kelor yang berada di Koramil 02/Camplong Kodim 1604/Kupang, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, pada Kamis (19/5/2022).

Di Sentra Produksi Kelor yang merupakan Program Unggulan Pengentasan Stunting Kodam IX/Udayana tersebut, Kasad beserta rombongan secara langsung melihat kegiatan pembudidayaan, pembibitan dan penanaman serta hasil produk olahan dari tanaman Pohon Kelor yang dilakukan oleh Prajurit TNI AD jajaran Korem 161/WS bersama masyarakat Desa Camplong.

Dalam kesempatan tersebut, Kasad mendapatkan penjelasan dari Kasipers Korem 161/WS Kolonel Caj Y.B Heru Wahyu Jatmiko, S,Th., M.Si., terkait tanaman dan produk olahan dari Daun Kelor atau dalam bahasa ilmiahnya disebut juga dengan Moringa Oleifera yang sedang trend berupa Teh Kelor, dan sampai saat ini teh tersebut telah di ekspor hingga ke Jerman, Amerika dan Perancis.

BACA JUGA :  Kunjungi Mapomdam IX/Udayana, Pangdam : Jangan Lindungi Tindak Pidana Pada Siapapun!

Dijelaskannya, bahwa kandungan yang terdapat pada teh kelor, memiliki protein yang tinggi bahkan 7 kali lipat dibanding daging sapi. Selain itu juga mengandung zat besi yang tinggi hingga 25 kali lipat dari bayam. Kandungan inilah yang sangat penting dikonsumsi masyarakat, terutama dalam mengatasi stunting.

“Selain banyak gizinya, budidaya penanamannya sangatlah mudah untuk dikembangkan pada area pertanian, perkebunan atau lahan kosong. Maka dari itulah, kami memilih Tanaman Kelor untuk dijadikan Program Unggulan Pengentasan Stunting dalam upaya menurunkan angka kasus stunting di wilayah NTT,” lanjutnya.

Dari manfaat yang dihasilkan oleh Pohon Kelor tersebut, Korem 161/WS menjadikannya sebagai Program Unggulan Pengentasan Stunting yang juga bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT dengan cara membantu mendistribusikan penjualannya maupun membeli daun, bunga dan biji Pohon Kelor dari petani yang membudidayakannya.

BACA JUGA :  Hari Pertama Menjabat, Dandim 1611/Badung Beri Jamdan

“Tentunya kami berharap, dengan ditinjaunya Sentra Produksi Kelor oleh Bapak Kasad ini dapat memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan pendistribusian ataupun penjualan produk-produk yang dihasilkan oleh TNI AD bersama rakyat, yang tentunya juga untuk kesejahteraan masyarakat,” demikian harapnya.

Turut mendampingi Kasad dalam kegiatan tersebut diantaranya Pangkostrad, Asrena Kasad, Aslog dan Aster Kasad, Pangdam IX/Udayana, Danjen Kopassus, Danpussen Arhanud, Danpussen Armed, Danlantamal VII/Kupang, Danlanud Eltari Kupang, Para Asisten Kasdam IX/Udy, Para Dan/Ka Balak jajaran Kodam IX/Udy, Bupati Kupang dan Para Kadis Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang (Pendam IX/Udy)

Editor: Aly
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *