Tim Kesehatan Satgas Evakuasi KTT G20 Gelar Latihan Kesiapan Penanganan Korban

  • Bagikan

BALI – Prosedur evakuasi, baik secara Medevac (Medical Evacuation), Casevac (Casualty Evacuation) dan Bodevac (Body Evacuation) merupakan bagian dari keselamatan seluruh peserta KTT G20 termasuk sipil maupun militer.

Berkaitan dengan hal tersebut, Tim Kesehatan Satgas Evakuasi dari TNI dan Dinas Kesehatan serta instansi terkait lainnya menggelar latihan prosedur penanganan korban yang digelar di sekitar area Hotel The Apurva Kempinski, Jalan Raya Nusa Dua Selatan, Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada Kamis (10/11/2022).

Latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesiapan Satgas Evakuasi menjelang kegiatan puncak KTT G20 pada 15 dan 16 November 2022 mendatang. Harapannya Satgas evakuasi dapat lebih memahami prosedur, cara penanganan korban atau evakuasi korban dari tempat kejadian menuju fasilitas medis terdekat sehingga korban dapat ditolong dengan sangat cepat dan tepat.

BACA JUGA :  Hadiri Pertemuan G20 di Bali, Menlu AS Hindari Foto Bareng dengan Menlu Rusia

Dalam pelaksanaannya, evakuasi korban seluruhnya dilakukan oleh tim evakuasi gabungan TNI dan Dinas Kesehatan dengan menggunakan fasilitas sarana darat menuju sarana angkutan udara atau Air Medical Evacuation Team. Dimana seluruh personel yang terlibat dilengkapi dengan identitas diri, sedangkan Korban diperanggapkan merupakan Delegasi/peserta yang sedang mengikuti kegiatan KTT G20.

Adanya Medical Sector yang berada dilokasi kegiatan KTT G20 ini akan memudahkan Tim Kesehatan dari TNI dan Dinas Kesehatan, apabila para Delegasi/peserta KTT G20 mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pertolongan yang cepat dari medical sector setempat, selanjutnya medical sector yang akan menangani proses evakuasi korban.

Simulasi latihan kali ini mengenai pasien yang mengalami patah tulang kaki kanan dan serangan jantung pada saat kegiatan KTT G20 sedang berlangsung, korban mengalami patah tulang kaki akibat jatuh saat melompat menyelamatkan diri dari bencana alam, sedangkan pasien lainnya terkena serangan jantung.

Dalam kesempatan tersebut Kapuskesad Mayjen TNI dr. Purwo Setyanto, Sp.B., MARS., pada saat menyaksikan simulasi latihan kesehatan menyampaikan bahwa latihan ini merupakan pembelajaran bagi Satgas Evakuasi, khususnya Tim Kesehatan, sehingga dapat benar-benar memahami cara berbuat dan bertindak apabila mengalami situasi seperti ini.

BACA JUGA :  Jelang G20, Budi Karya Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik di Bali

“Siapa dan harus berbuat apa, sehingga tidak ragu lagi dalam mengambil keputusan, baik dari Tim Kesehatan itu sendiri maupun dari si pasien atau korban,” pungkas Kapuskesad.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *