3.700 Kg Peledak Hancurkan Bangunan Pencakar Langit yang Dibangun Ilegal di India

  • Bagikan
3.700 Kg Peledak Hancurkan Bangunan Pencakar Langit yang Dibangun Ilegal di India. (Foto/NDTV)

NEW DELHI- Otoritas berwenang India telah melenyapkan dua gedung pencakar langit dalam waktu 9 detik pada Ahad (28/8/2022). Menara kembar itu dihancurkan dengan lebih dari 3.700 kilogram bahan peledak.

Semula, estimasi waktu pembongkaran menara kembar tersebut antara 12 hingga 15 detik. Namun, ternyata jauh lebih cepat.

Gedung Apex (32 lantai) dan gedung Ceyane (29 lantai) lenyap seketika dalam pembongkaran terbesar di negara itu. Menara kembar ini dibongkar setelah dinyatakan Mahkamah Agung India sebagai konstruksi ilegal atau tidak sah.

Sekitar 100 keluarga yang dievakuasi dari bangunan tempat tinggal di dekat menara kembar itu telah kembali ke rumah mereka pada Ahad malam.

Lebih dari 5.000 orang dari Emerald Court dan masyarakat ATS Village dievakuasi sebelum pembongkaran menara kembar dimulai.

BACA JUGA :  Dorong Industri Pertanian, Papua Nugini Kenalkan Menteri Kopi dan Menteri Kelapa Sawit

Orang-orang, yang kembali ke rumah, merasa lega bahwa rumah mereka aman. Aarti Koppula, warga Bluestone, mengatakan empat menara di lingkungan masyarakat Supertech belum mendapat pasokan gas sejak pembongkaran menara kembar tersebut.

“Kami kembali pukul 21.00 malam dan tidak ada kerusakan di rumah kami. Hanya ada bau busuk di basement gedung kami kemungkinan besar bahan peledak. Mereka telah diberitahu bahwa pasokan gas akan pulih besok. Istirahat baik-baik saja. Tidak ada kerusakan sama sekali,” kata Koppula kepada PTI, yang dilansir Senin (29/8/2022).

Ada pengerahan polisi untuk memastikan perjalanan yang aman bagi orang-orang. Polisi telah membarikade area di sekitar bangunan yang runtuh.

Sementara itu, bahkan setelah beberapa jam ledakan, orang-orang berkumpul di dekat menara yang dihancurkan dan terlihat berfoto selfie dengan puing-puing.(*)

BACA JUGA :  AS Kecam Israel Soal Bangun Pemukiman Ilegal di Tepi Barat Wilayah Palestina
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *