JAKARTA BARAT — Ribuan warga memadati kawasan Kampung Pinggir Rawa, Jalan 20 Desember RT 003/RW 003, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, dalam gelaran Lebaran Betawi 2026 yang berlangsung meriah dan sarat nilai budaya. Mengusung tema “Merawat Budaya, Menguatkan Silaturahmi”, kegiatan ini menjadi ruang temu warga lintas generasi sekaligus ajang pelestarian tradisi Betawi di tengah dinamika kota metropolitan.
Kegiatan yang diinisiasi komunitas Peci Marun bersama masyarakat RW 03 dan para penggiat budaya Betawi itu secara resmi dibuka oleh Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah. Kehadiran rombongan Wali Kota disambut antusias warga melalui tradisi palang pintu, disertai lantunan pantun Betawi dan atraksi silat yang menggambarkan kekayaan warisan budaya lokal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Camat Kalideres Raditian Ramajaya, Lurah Pegadungan Anugerah S. Susilo, tokoh masyarakat Betawi H. A. Mudjamil Saleh, Ketua MUI Jakarta Barat KH. Abdurrahman Shoheh, para ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Jakarta Barat mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang hadir sejak pagi hari mengikuti seluruh rangkaian acara.
“Antusiasme warga luar biasa. Ini menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat Betawi masih sangat kuat,” ujar Iin.
Ia menegaskan bahwa nilai keguyuban, toleransi, dan gotong royong merupakan fondasi penting yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Betawi dalam menjaga harmoni kehidupan di Jakarta.
“Masyarakat Betawi dikenal mencintai kerukunan dan persaudaraan. Karena itulah Jakarta bisa menjadi rumah bagi siapa saja dari berbagai latar belakang,” katanya.
Iin juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan serta memperkuat solidaritas sosial sebagai bagian dari tanggung jawab bersama membangun kota.
“Kita jaga lingkungan, kita jaga kerukunan. Dengan kebersamaan, Jakarta Barat akan semakin nyaman untuk semua,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan Lebaran Betawi dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun sekaligus menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.
“Kita harus mengajak anak-anak mengenal budaya Betawi. Kemajuan tidak boleh membuat kita meninggalkan jati diri,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Pegadungan Anugerah S. Susilo menyampaikan bahwa kegiatan Lebaran Betawi tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat, tetapi juga berdampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM.
“Kegiatan seperti ini memberi manfaat sosial sekaligus ekonomi bagi masyarakat. Harapannya bisa terus menjadi agenda tahunan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan pertunjukan seni tradisional Betawi, mulai dari musik khas Betawi, tarian tradisional, hingga lawakan khas Betawi yang menghibur masyarakat. Kehadiran seniman Betawi Baba H. Mandra dan Bang Sabar H. Bokir turut menambah kemeriahan suasana.
Partisipasi generasi muda juga terlihat melalui penampilan Abang None Karang Taruna RW 03 Pegadungan yang menampilkan pertunjukan budaya sebagai bentuk komitmen pelestarian tradisi di kalangan anak muda.
Tak kalah menarik, bazar kuliner khas Betawi menjadi pusat perhatian pengunjung. Beragam hidangan tradisional seperti kerak telor, dodol Betawi, selendang mayang, hingga asinan Betawi disajikan untuk memanjakan pengunjung. Bazar UMKM lokal juga menghadirkan berbagai produk kreatif warga yang turut mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menyalurkan santunan kepada 86 anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial masyarakat.
Sesepuh masyarakat Pegadungan Matsuaini Gaos menyampaikan bahwa Lebaran Betawi di wilayahnya tidak hanya dihadiri warga lokal, tetapi juga masyarakat dari berbagai daerah sekitar Jakarta Barat hingga wilayah Tangerang dan Jawa Barat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghargai jasa para tokoh dan leluhur Betawi yang berperan dalam perkembangan wilayah Pinggir Rawa.
“Dulu kawasan ini belum memiliki fasilitas pendidikan dan kegiatan budaya. Namun sejak 1980-an masyarakat mulai menghidupkan kembali kesenian Betawi seperti lenong,” ungkapnya.
Menurutnya, perkembangan kawasan Pinggir Rawa saat ini menjadi bukti keberhasilan masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan kota.
“Sekarang wilayah ini sudah berkembang pesat dan menjadi bagian penting dari Jakarta Barat,” katanya.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ribuan masyarakat memadati lokasi acara untuk menikmati pertunjukan seni, bazar kuliner, hingga kegiatan sosial yang diselenggarakan panitia.
Keberhasilan penyelenggaraan Lebaran Betawi 2026 di Pegadungan diharapkan dapat memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus menjadi agenda tahunan yang terus mempererat persatuan warga di Jakarta Barat.
Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan tradisi, tetapi juga menjadi simbol kekuatan sosial masyarakat dalam menjaga nilai kebersamaan di tengah modernisasi kota.*

























