Syukurnya luapan air tidak berlangsung lama. Pukul 16.15 wita ketinggian air sudah mulai surut.
Saat banjir mulai surut warga sekitar langsung bergotong-royong melakukan pembersihan.
“Saya kaget, begitu keluar kamar air sudah setinggi perut,” ungkap salah satu warga yakni I Ketut Sumiarta.
Mengetahui banjir terus membesar ia pun bersama anggota keluarga dan tetangga lainnya berusaha mengamankan sejumlah perabotan rumah tangga agar tidak hanyut.
“Yang terdampak banjir parah sebanyak 8 rumah,” katanya.
Sumiarta menyebut sejumlah kendaraan terpaksa dibiarkan terendam lantaran tidak bisa hidup.
“Kalau tidak salah ada empat motor dan dua mobil. Semua kami pindahkan saat air mulai meluap,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung Ketut Murtika mengaku sudah tahu kejadian banjir tersebut dari media sosial. Hanya saja belum menerima laporan dari masyarakat.
“Saya lihat dari media sosial (kejadian banjir), tapi tidak ada laporan,” ujarnya.
Pihaknya pun menyatakan sudah siap siaga apabila diperlukan.
“Tetapi kami sudah siap untuk melakukan evakuasi jika diperlukan,” kata Murtika.


























Respon (1)