Artis Ade Fitrie Kirana Sebut Pemilu 2024 Jadi Panggung Politisi Perempuan

  • Bagikan

JAKARTA – Selebritas dan pebisnis pemilik klinik kecantikan AFK Beauty Skincare Clinic, Ade Fitrie Kirana menilai peran perempuan di panggung politik dan pemerintahan akan semakin terlihat dalam beberapa tahun mendatang.

Ade Fitrie Kirana kini didapuk sebagai Sekretaris Jenderal Relawan Puan Maharani (RPM) For Presiden 2024 atau RPM 2024, bahkan tak ragu menyebut pemilihan umum serentak yang akan digelar pada 2024 mendatang akan menjadi panggung bagi politisi perempuan untuk tampil.

“Bila kita menengok ke belakang, Indonesia pernah memiliki seorang presiden wanita pertama sejak proklamasi kemerdekaan. Tentu ini membanggakan, karena menunjukkan emansipasi wanita dan pembuktian demokrasi Pancasila benar-benar diterapkan di Indonesia,” kata Ade Fitrie Kirana di Jakarta, Sabtu (16/4/2022).

BACA JUGA :  Inter Parliamentary Union Sebut Puan Maharani Simbol Kesetaraan Gender

“Indonesia saat ini tengah bangkit dari pandemi yang menghantam berbagai sendi kehidupan. Maka Indonesia perlu dipimpin seseorang yang memiliki fokus utama membangun aset bangsa dimulai dari kepedulian terhadap masa depan anak-anak,” sambung bintang sinetron ‘Islam KTP’ yang tayang di SCTV ini.

Lama berkecimpung menjadi pekerja sosial kemasyarakatan melalui Yayasan Perlindungan Perempuan dan Anak (YPPA), Ade Fitrie Kirana memahami berbagai persoalan yang dihadapi perempuan dan anak di negeri ini.

Ia menambahkan, “Seorang ibu tidak akan pernah mampu membiarkan anak-anaknya menangis dan menderita. Atas kondisi itu, kita berkeyakinan penuh bahwa sosok pemimpin perempuan akan tampil dan mampu menjadi jaminan bahwa anak-anak kita yang menjadi aset bangsa Indonesia ke depannya, tidak akan kehilangan cita-cita dan jaminan masa depan mereka.”

BACA JUGA :  Puan Dorong Parlemen Dunia untuk Menjadi Bagian dari Solusi Dunia

Menurutnya, rentang panjang sejarah nusantara hingga Indonesia juga jelas tertulis peran dari pahlawan-pahlawan wanita. “Jadi, bangsa ini sudah tidak asing dengan sosok politisi dan pemimpin perempuan yang membuat berbagai perubahan bagi kesejahteraan bangsa,” imbuh Ade Fitrie Kirana.

Meskipun demikian, ia berpesan agar pesta demokrasi tidak dicederai dengan isu suku, agama, ras dan antargolongan yang membuat perpecahan.

“Semangat dan rasa cinta Tanah Air kita sebagai rakyat Indonesia dengan identitas Bhinneka Tunggal Ika, harus terus dirawat agar terus bertumbuh sehingga ke depan Indonesia dapat dipastikan telah benar-benar selesai dengan urusan perbedaan, baik itu perbedaan agama, ras, suku dan lainnya,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *