AS Ganden Papua Nugini Masuk ke Pasifik Usai China Merapat ke Solomon

  • Bagikan
Ilustrasi: Kapal perang China. (Olga MALTSEVA / AFP)

JAKARTA –  Amerika Serikat ingin memperluas kerja sama keamanan di kawasan Pasifik dengan menggandeng Papua Nugini, usai China merapat ke Kepulauan Solomon.

Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, Daniel Kritenbrink, mengatakan delegasi AS bertemu Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape dan kepala pertahanan pekan lalu.

Dalam pertemuan itu, mereka berencana mengadakan diskusi lanjutan mengenai keamanan dalam beberapa bulan mendatang.

“Ada keinginan dari kedua belah pihak untuk memastikan kami mengambil langkah nyata guna memperluas kerja sama keamanan kami” kata Kritenbrink kepada wartawan pada Selasa (26/4) dikutip Reuters.

Rencana kerja sama keamanan itu muncul usai China meneken pakta pertahanan dengan Kepulauan Solomon pada 19 April lalu.

BACA JUGA :  China Respon Kunjungan Pelosi dengan Gelar Latihan Tempur Besar-besaran di Sekitar Taiwan

Pakta itu menimbulkan kekhawatiran bagi Australia dan Amerika Serikat, selaku sekutu pulau itu.
PlayUnmute

Mereka khawatir Solomon akan menjadi pangkalan militer China di kawasan Pasifik Selatan, yang berjarak kurang dari 2.000 kilometer dari pantai Australia.

AS bahkan memperingatkan secara langsung soal dampak pakta tersebut ke pemerintahan Kepulauan Solomon, saat delegasinya berkunjung ke pulau itu

“[Pakta itu] berpotensi berdampak pada keamanan regional. Jika [China] memperluas militer secara permanen, proyeksi kekuasaan atau pangkalan militer, AS akan punya kekhawatiran secara signifikan dan merespon dengan tepat,” demikian menurut pernyataan resmi Gedung Putih dikutip AFP.

Namun, Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare, menegaskan berulang kali tak akan ada pangkalan militer China yang dibangun di negaranya berdasarkan kesepakatan keamanan itu.

BACA JUGA :  Geser China, India Diprediksi Jadi Negara Terpadat di Dunia pada Akhir April

Meski demikian, Kritebrink mengaku AS akan terus memantau perkembangan pakta itu, karena khawatir minimnya transparansi dan motif China.

“Mereka benar-benar tak jelas karena perjanjian ini belum diteliti,” ucap dia.

Kepulauan Solomon berada di posisi strategis untuk jalur pelayaran dan komunikasi di Pasifik. Negara ini, juga merupakan tempat pertempuran paling berdarah dalam Perang Dunia Kedua.

Di samping itu, China tengah berusaha membangun logistik luar negeri yang lebih kuat dan infrastruktur pangkalan yang akan memungkinkan mereka memproyeksikan dan mempertahankan kekuatan militer di jarak yang lebih jauh.

Sebelumnya, China pernah menawarkan untuk membangun kembali pangkalan angkatan laut di Papua Nugini pada 2018.

Namun, PNG malah membuat kesepakatan dengan Australia dan AS guna meningkatkan bekas pangkalan AL AS di Pulau Manus saat Perang Dunia Kedua. Secara geografis, negara ini berdekatan dengan Australia.

BACA JUGA :  Laut China Selatan Panas! Militer China Usir Kapal Perang Rudal AS
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *