JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen sebagai salah satu pilar transisi energi nasional. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sebanyak 93 proyek hidrogen kini tengah disiapkan di berbagai daerah dengan potensi investasi mencapai sekitar Rp32 triliun.
Proyek-proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung penggunaan energi bersih, tetapi juga diharapkan mampu menekan biaya pembangkitan listrik, terutama di wilayah terpencil yang masih bergantung pada pembangkit diesel.
Hidrogen sendiri nantinya bisa digunakan kendaraan bermotor untuk menjalankan target menuju net zero emission pada 2050 atau 2060. Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan ekosistem hidrogen sejak saat ini.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, seluruh proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem hidrogen secara menyeluruh di Indonesia. Saat ini, puluhan inisiatif itu telah tersebar di berbagai wilayah dan akan terus dikawal hingga memasuki tahap implementasi.
“Kami saat ini punya 93 inisiatif pengembangan ekosistem hidrogen yang projek-projeknya sudah tertera ini tersebar di seluruh Indonesia. Jadi project-project ini melahirkan Rp 32 triliun investasi yang akan kita kawal,” kata Eniya dalam acara Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026.
Menurut Eniya, pemerintah berkomitmen memastikan seluruh proyek tersebut berjalan sesuai rencana. Pengawalan dilakukan agar investasi yang telah direncanakan dapat terealisasi sekaligus mempercepat pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi alternatif di berbagai sektor.
Pengembangan ekosistem hidrogen juga menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Selain sektor ketenagalistrikan, hidrogen diproyeksikan memiliki peran penting untuk mendukung dekarbonisasi sektor industri dan transportasi di masa depan.
Dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp32 triliun, proyek-proyek hidrogen tersebut diharapkan mampu menarik partisipasi dunia usaha, memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta, serta mempercepat terbentuknya rantai pasok hidrogen nasional.
Jika berjalan sesuai rencana, Indonesia berpeluang menjadi salah satu negara yang memiliki ekosistem hidrogen terintegrasi di kawasan Asia Tenggara sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.























