Imbas Inflasi, Investor Cari Aman di Investasi Emas

  • Bagikan

CHICAGO – Harga emas merangkak naik pada akhir perdagangan Jumat (30/9/2022). Berbalik menguat dari kerugian sehari sebelumnya, setelah data menunjukkan angka inflasi AS untuk Agustus secara mengejutkan lebih tinggi dari perkiraan dan dolar sedikit melemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak US$ 3,4 (0,2%) menjadi ditutup pada US$ 1.672 per ounce. Setelah menyentuh tertinggi sesi di US$ 1.684,4 dan terendah di US$ 1.667,5.

Harga emas menguat 1% untuk minggu ini, tetapi turun 3,1% untuk bulan ini dan 7,5% untuk kuartal tersebut.

Emas berjangka turun tipis US$ 1,4 (0,08%) menjadi US$ 1.668,6 pada Kamis (29/9/2022). Setelah melonjak US$ 33,8 (2,07%) menjadi US$ 1.670 pada Rabu (28/9/2022). Serta, menguat US$ 2,8 (0,17%) menjadi US$ 1.636,2 pada Selasa (27/9/2022).

BACA JUGA :  Rute Angkutan Kupang-Timor Leste Resmi Dibuka Besok, Segini Tarifnya

Emas mendapat dukungan karena Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Jumat (30/9/2022) bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti AS, indikator inflasi pilihan Fed, naik 0,6% pada Agustus setelah datar di Juli.

Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan pasar 0,5%, dan menunjukkan inflasi meluas, yang memperkuat ekspektasi untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih besar.

Pada basis tahun ke tahun, PCE inti meningkat 4,9%, lebih tinggi dari perkiraan 4,7% dan naik dari 4,7% di bulan sebelumnya.

“Ekspektasi inflasi penting dan … segalanya mulai terlihat lebih baik untuk emas,” kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA.

Emas sering dilihat sebagai penyimpan nilai dan lindung nilai terhadap inflasi yang tinggi dan kenaikan suku bunga Fed.

BACA JUGA :  Januari 2022, Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani 590 Ribu Penumpang

Indeks manajer pembelian Chicago, barometer bisnis Chicago, turun tajam ke 45,7 pada September dari 52,2 pada Agustus, juga memberikan mendukung terhadap emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 32,7 sen (1,75%) menjadi ditutup pada US$ 19,03 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$ 1,1 (0,13 %) menjadi ditutup pada US$ 859 per ounce.

Penulis: Johnit SumbitoEditor: Renoto Sirengga
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *