“Kami menyampaikan keprihatinan besar dan melayangkan protes kami kepada pihak China melalui rute diplomatik, dan mendesak mereka untuk mencegah berulangnya (insiden) ini,” ucap wakil kepala sekretaris kabinet Seiji Kihara kepada wartawan setempat.
Ditegaskan Kihara bahwa kepulauan tersebut ‘merupakan wilayah Jepang dari sudut pandang sejarah dan hukum internasional’.
Secara terpisah, laporan NHK kemudian Jiji Press dan media Jepang lainnya yang mengutip sumber Kementerian Pertahanan menyebut sebuah kapal militer Rusia juga terdeteksi berlayar di dalam perairan tambahan yang ada di kepulauan sengketa itu pada Senin (4/7) waktu setempat.
Pada Mei lalu, sejumlah jet tempur China dan Rusia melakukan penerbangan bersama di dekat Jepang saat para pemimpin negara anggota blok Quad — Jepang, Amerika Serikat (AS), Australia dan India — menggelar pertemuan di Tokyo.
Sementara jet tempur China dan Rusia itu tidak melanggar wilayah udaranya, Jepang menyebut langkah itu ‘provokatif’ mengingat waktunya yang bertepatan dengan pertemuan pemimpin blok Quad.
Beijing dalam penjelasannya menyebut penerbangan sebagai bagian dari ‘rencana kerja sama militer tahunan’ antara China dan Rusia.(*)

























