Kemenper Ingatkan Agar Industri Gula Jaga Kualitas dan Kuantitas

  • Bagikan

JAKARTA – Direktur Jendral Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika mengingatkan kepada pelaku usaha, agar industri gula nasionla harus tetap menjaga tiga aspek yaitu kualitas, kuantitas dam konektivitas.

“Gula yang diproduski harus mmenuhi kualitas terbaik (sesuai SNI),” kata Putu dalam sambutannya mewakili Menteri Perindustrian pada acara Musyawarah Nasional Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) ke-VIII di Jakarta, Kamis (20/1) kemarin.

Menurut dia, guna menjaga kualitas tersebut, perlu penggunaan teknologi terkini. Disamping Produktivitas gula harus terus ditingkatkan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.

Putu mengatakan distribusi gula nasional juga harus dipastikan dapat menjangkau pelosok nusantara dan memberikan jaminan harga yang stabil.

BACA JUGA :  Kemenperin Bertekad Bangun Zona Integritas untuk Hindari Praktik KKN

“Dari aspek kuantitas, industri gula nasional pada saat ini masih menghadapi tantangan. Rata-rata hasil produksi untuk lima tahun terakhir sekitar 2,2 juta ton per tahun, sedangkan total kebutuhan gula nasional tahun 2021 mencapai 6 juta ton,” ungkap Putu.

Kebutuhan gula nasional semakin meningkat setiap tahunnya, dengan asumsi pertumbuhan industri makanan dan minuman yang diproyeksi meningkat sekitar 5-7% pertahun.

Dengan pertumbuhan kebutuhan gula nasional yang semakin meningkat, maka kata dia pada tahun 2030 diproyeksikan kebutuhan gula nasional akan mencapai 9,8 juta ton

“Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan upaya dan fasilitasi pengembangan untuk pembangunan pabrik gula baruyang terintegrasi dengan perkebunan,” pungkasnya.

(my)

BACA JUGA :  Raker DPR RI, Sri Mulyani Beberkan Sederet Alasan Naikkan Cukai Hasil Tembakau
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *