JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berkolaborasi memperkuat pengembangan olahraga di lingkungan perguruan tinggi Indonesia.
“Hari ini kami mendapatkan kerja sama yang bisa benar-benar memberikan solusi menyeluruh kepada atlet kita (di perguruan tinggi),” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir kepada wartawan setelah menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto di Jakarta, Jumat (17/04/2026).
Menpora menjelaskan kerja sama tersebut berupa pemanfaatan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bagi atlet yang sudah mengalami pembaruan, yaitu tidak hanya untuk belajar di luar negeri, tetapi juga di dalam negeri.
Selain itu, pemanfaatan fasilitas olahraga yang bisa langsung disinergikan dengan perguruan tinggi, sport science, hingga penguatan riset terkait keolahragaan, serta sinergi penyelenggaraan kompetisi seperti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas).
Terkait Pomnas, Menpora melanjutkan, peran utama penyelenggaraan memang ada di bawah Kemendiktisaintek, sedangkan Kemenpora mendukung dengan menjaga standar kompetisi.
Menpora mengatakan bahwa melalui kolaborasi ini, pihaknya menginginkan klub-klub olahraga di perguruan tinggi memaksimalkan fasilitas yang sudah dibangun pemerintah pusat dan daerah.
Menpora berterima kasih kepada Mendiktisaintek atas kerja sama tersebut yang membuktikan pembangunan pemuda dan olahraga mendapat dukungan dari banyak kementerian.
Langkah itu, sejalan dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto agar lintas kementerian bersinergi untuk memperbaiki pelayanan publik dan mencapai hasil program yang maksimal.
Sementara itu, Brian Yuliarto mengatakan keinginannya agar gairah olahraga terus bertumbuh di lingkungan perguruan tinggi untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kebiasaan hidup sehat dan bekerja secara maksimal.
Selain itu, kata dia, kampus-kampus juga terus berkontribusi melahirkan talenta-talenta atlet unggulan Indonesia.
Brian menyebutkan salah satu arahan yang diterima terkait kerja sama tersebut adalah menghidupkan aktivitas penelitian dan pengembangan terkait keolahragaan di perguruan tinggi, karena olahraga tidak terlepas dari kemajuan sains dan teknologi.
Untuk itu dia akan mendorong dosen, peneliti, dan guru besar untuk melakukan pengembangan penelitian berkaitan dengan sport science dan manajemen olahraga agar digunakan sebagai referensi bagi Kemenpora.
Ia mengatakan kampus-kampus sangat mungkin mengelola sarana olahraga agar tetap berguna dan bermanfaat secara berkelanjutan, seperti sarana olahraga bekas Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Itu juga sangat mungkin untuk kita kelola melalui perguruan tinggi sehingga utilitasnya dapat terjaga, termasuk juga pemeliharaannya tentu dapat terjaga,” pungkasnya.*(Danang)

























