Dirgayusa mengaku, sesuai informasi yang dia terima hingga kini ada dua orang pegawai yang dikirimi pesan tersebut. Beruntungnya, pegawai bersangkutan tidak langsung mengindahkan perintah itu. Melainkan lebih dulu melakukan cek ulang.
Ia menilai, apa yang dilakukan oknum tersebut sangat merugikan Bupati Bangli. Sebab kredibilitas seorang bupati dalam melakukan promosi jabatan akan tentu tercoreng.
“Dalam promosi jabatan Pak Bupati tentu melihat kinerja pegawai, bukan berdasarkan subjeknya,” tegas Dirgayusa.
Meyikapi hal yang tidak berkenaan tersebut, pihak Kominfosan Bangli melakukan klarifikasi bahwa akun tersebut tidak benar, dan menyampaikan akun resmi dari Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta.
Pihaknya juga mengedukasi masyarakat dan para pegawai baik ASN ataupun Non ASN agar benar-benar mengenali akun resmi Bupati Bangli.
“Kalau memang ada yang menghubungi dengan mengatasnamakan Bupati Bangli, agar segera mengkonfirmasi ke call center kita di (0366) 5501000,” jelasnya.
Kata Dirgayusa, modus penipuan yang mengatasnamakan Bupati Bangli sudah terjadi sebanyak lima kali.
Dua diantaranya merupakan akun palsu melalui media sosial Facebook, sedangkan tiga sisanya melalui WhatsApp.
Sementara modus penipuan mengatasnamakan Wakil Bupati Bangli, sudah terjadi sebanyak dua kali. Dan keduanya melalui WhatsApp.
“Kalau kejadian ini terus terjadi berulang-ulang maka kami akan laporkan ke Polisi. Yang terakhir itu saya berencana melapor, tapi kemarin kita cek diatas jam 15.00 wita akunnya sudah hilang,” ungkapnya.

























