Tewaskan 149 Orang, Begini Kacaunya Kondisi Pesta Halloween di Korsel Sebelum Insiden Terjadi

  • Bagikan
Sebanyak 149 orang tewas saat perayaan pesta Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan (Korsel). (Foto: Reuters)

SEOUL- Perayaan pesta Halloween di Seoul, Korea Selatan, berbuah petaka. Korban tewas pun terus berjatuhan. Menurut catatan terakhir, jumlahnya sudah mencapai 149 orang.

Pesta tersebut adalah acara Halloween pertama di Seoul dalam tiga tahun, setelah negeri ginseng mencabut pembatasan Covid dan aturan jarak sosial. Banyak pengunjung pesta mengenakan topeng dan kostum Halloween.

Beberapa saksi menggambarkan kerumunan menjadi semakin tidak terkendali saat malam semakin larut. Kekacauan pun terjadi sekitar pukul 22.20 waktu setempat (20.20 WIB).

Beberapa saksi mata menggambarkan betapa kacaunya situasi beberapa saat sebelum orang-orang saling berdesakan. Polisi kesulitan untuk mengendalikan kerumunan di acara tersebut.

Perayaan itu digelar di salah satu kawasan kehidupan malam di ibu kota Korsel itu, Sabtu (29/10/2022) malam.

BACA JUGA :  Penyitaan Pil Amfetamina Senilai Rp 15 Triliun Jadi Penggerebekan Narkoba Terbesar di Arab Saudi

Salah satu saksi mata, Moon Ju Young (21) mengatakan, dia sudah melihat tanda-tanda akan terjadinya kekacauan di gang-gang sekitar lokasi sebelum insiden itu.

“Setidaknya, acara itu 10 kali lebih ramai dari biasanya,” katanya kepada Reuters.

Rekaman media sosial menunjukkan, ratusan orang yang memadati sebuah gang sempit. Orang-orang itu tidak bisa bergerak ketika petugas darurat dan polisi mencoba menarik mereka agar terbebas dari kerumunan. Kepala Stasiun Pemadam Kebakaran Yongsan, Choi Sung Beom, mengatakan, semua korban tewas kemungkinan besar akibat kecelakaan yang terjadi di satu gang sempit itu.

Rekaman lain menunjukkan kekacauan saat petugas pemadam kebakaran dan warga merawat puluhan orang yang tampaknya yang tidak sadarkan diri.

BACA JUGA :  Terombang-ambing di Laut Mediterania, Ribuan Migran Diselamatkan Penjaga Pantai Italia

Petugas pemadam kebakaran dan saksi mata mengatakan, orang-orang terus berduyun-duyun mendatangi gang sempit yang sudah penuh sesak itu. Karena jalan di gang itu memiliki kemiringan, orang-orang pun berjatuhan di atas jalan akibat berdesak-desakan.

Seorang perempuan yang tidak disebutkan namanya mengatakan, putrinya selamat dari kecelakaan itu. Menurut dia, anaknya dan banyak orang lainnya sempat terjebak selama lebih dari satu jam sebelum berhasil ditarik dari kerumunan orang di gang sempit tersebut.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *