Tukul Arwana, Perjalanan Puncak Karir Hingga Terbaring di Rumah Sakit

  • Bagikan
Tukul Arwana pernah jadi supir angkot (Poto:istimewa)

DENPASAR – Apakah Anda teringat seseorang yang sering mengucapkan “Kembali ke laptop!’

Ya, hal tersebut sering terucap lewat mulut seorang komedian legendaris Indonesia, Tukul Arwana. Pria paruh baya itu telah terjun ke dunia entertainment sejak tahun 1998 dan menjadi salah satu artis papan atas dengan penghasilan tinggi. 

Lalu bagaimana kabar Tukul Arwana saat ini? Katanya tengah sakit keras? Dari pada penasaran, yuk simak 7 fakta menarik Tukul Arwana di bawah ini.

1. Pernah Jadi Sopir Angkutan Umum

Tukul Arwana pernah menjadi supir angkot (poto: dok.pribadi)

Sebelum berjaya sebagai artis papan atas Indonesia, ternyata Tukul Arwana memiliki kehidupan yang bisa dibilang kurang berkecukupan. Saat dia duduk di Sekolah Menengah Pertama, kondisi perekonomian keluarganya sedang terpuruk. Bahkan saat itu, Tukul kecil harus pindah ke kontrakan karena rumah orangtuanya terpaksa dijual demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dia juga sekolah sambil bekerja demi membantu biaya sekolah.

Setelah tamat SMA, Tukul mulai mencoba bekerja sebagai sopir angkutan umum jurusan Johar-Panggung di Semarang. Setelah dua tahun menjadi sopir angkutan umum, dia juga mencoba jadi sopir truk gas elpiji di Semarang selama dua tahun, namun kembali jadi sopir angkutan umum lagi. 

BACA JUGA :  Terenyuh Musibah Lesti Kejora, Jondra Kotoana Rilis Lagu Soal Hubungan Tak Sejalan

2. Merantau Ke Jakarta

Tukul Arwana (Poto:dok.pribadi)

Setelah bertahun-tahun jadi sopir angkutan umum di Semarang, Tukul mencoba peruntungan baru dan merantau ke Jakarta setelah diajak oleh dua sahabat karibnya, komedian Joko Dewo dan musisi Tony Q Rastafara. Mereka merantau sekitar tahun 1992, dan bersemangat untuk mengubah nasib menjadi lebih baik lagi.

Namun kehidupan Tukul tidak langsung berubah enak setelah berada di Jakarta. Dia bekerja serabutan dan mengontrak di daerah Jakarta Selatan. Meski berat, tapi dia terus bertahan di Jakarta, sambil dibantu oleh dua sahabatnya, Joko Dewo dan Tony Q untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Sekitar tahun 1995, Tukul nekat menikah dengan pujaan hati berdarah Minang bernama Susiana. Saat itu, kondisi ekonomi Tukul masih susah, tapi Susiana tidak menolak, bahkan mendukung penuh suaminya sebagai tulang punggung keluarga. 

BACA JUGA :  The Dream Theory Rilis Satu Hati Satu Cinta, Sebuah Lagu Sederhana untuk Inspirasi

Akhirnya, Tukul berhasil merintis karier di dunia entertainment lewat model video musik Joshua berjudul “Air”, dan dipercaya menjadi pembawa acara program televisi terkenal seperti “Aduhai” dan “dangdut Ria” pada tahun 1998. Perjuangan yang sangat luar biasa ya!

3. Pernah Gabung Grup Srimulat

elain menjadi pembawa acara, ternyata Tukul Arwana juga merupakan salah satu anggota grup terkenal Srimulat. Tukul mengatakan sangat bangga bisa bergabung dengan komunitas lawak yang melegenda itu. Baginya, kemampuan komedinya semakin baik setelah bergabung dengan Srimulat, karena harus menyesuaikan humor sesuai dengan daerah dimana mereka pentas.

Tukul pernah mengatakan pada tahun 2011 silam, “Menurut saya Srimulat itu sangat luar biasa dan saya penggemar Srimulat. Bahkan sejak dulu ingin sekali bisa main sama Srimulat, walau butuh banyak waktu tapi alhamdulillah bisa gabung sama mereka, senang sekali.”

BACA JUGA :  Netflik Akan Tagih Pemilik Akun yang Berbagi Password

“Terus terang saya itu membutuhkan waktu 2 tahun lamanya untuk bisa menyelami atmosfer Srimulat dan intinya di dunia ini semua hal itu mungkin dan nggak ada yang tidak mungkin kalau kita mau berusaha. Pokoknya aku senang sekali bisa berada di komunitas yang bisa selalu diingat dan dicatat dalam sejarah pertunjukan Srimulat,” imbuh Tukul.

Pendarahan Otak

Kini Tukul Arwana kondisinya semakin membaaik akibat pendarahan otak yang dideritanya (poto:istimewa)

Namun,pada bulan September 2021 lalu, komedian Tukul Arwana dikabarkan mengalami pendarahan otak hingga harus dirawat dan menjalani operasi di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), Cawang, Jakarta Timur.

Meskipun demikian, kondisinya pun dikabarkan mulai membaik. Hal tersebut disampaikan langsung oleh anaknya, Ega Paryudi. Bahkan disebut sudah bisa mengkonsumsi makanan tanpa alat bantu.

“Ayah kondisinya sampai saat ini dibandingkan ketika drop kemarin sudah cukup luar biasa perkembangan sangat baik,” ungkap Ega mengutip instertlive, Minggu (20/2).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *