14 Orang Meninggal Dunia dalam Kebakaran Kapal Feri Cepat di Perairan Kupang

  • Bagikan
Korban Kebakaran Kapal di Kupang. (Foto: istimewa)

NTT – Kapal Feri Cepat (KFC) Cantika 77 rute Kupang-Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) terbakar di laut Timor, tepatnya sekitar perairan Naikliu, Kabupaten Kupang, Senin (24/10/2022) pagi. Sebanyak 14 orang meninggal dunia akibat kebakaran kapal tersebut.

“Ini data sementara ya, yang kami berhasil evakuasi adalah 291 orang. Dengan rincian 277 orang selamat dan 14 meninggal dunia. Yang masih di Naikliu itu kurang lebih 165 orang,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas II Kupang, I Putu Sudayana, Senin (24/10/2022) malam.

Korban kebakaran KFC Cantika 77 dievakuasi menggunakan Kapal Negara Antareja milik Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas II Kupang selama dua jam. Saat tiba di Pelabuhan Tenau, Senin (24/10) kemarin, korban langsung ditangani.

BACA JUGA :  Gubernur Jatim Optimistis Bendungan Semantok Bisa Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Puluhan mobil ambulans beserta ratusan tenaga medis disiagakan untuk menolong para korban. Dari total 291 korban yang berhasil dievakuasi, 277 langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kota Kupang, untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sedangkan 14 korban meninggal, langsung dibawa ke ruang pemulasaran, untuk kemudian diidentifikasi oleh pihak berwenang. Sementara 165 orang lain masih bertahan di pelabuhan Naikliu, Kecamatan Amfoang, Kabupaten Kupang. Mereka mengalami trauma sehingga memilih dievakuasi menggunakan jalur darat.

“Beberapa korban di Naikliu sudah sempat diambil oleh keluarga mereka. Kami sudah koordinasi dengan perhubungan untuk mencari solusi, terkait permintaan para korban lain,” ujarnya.

Tim SAR gabungan akan melakukan pencarian hari kedua di sekitar lokasi pada Selasa (25/10), serta mengecek bagian dalam kapal untuk memastikan keberadaan korban lainnya.

BACA JUGA :  Sebanyak 1.061 Rumah di Dua Kecamatan Terendam Banjir Probolinggo

“Sebagian besar para korban yang dievakuasi sedang mengambang di permukaan air laut. Dan ada sebagian yang berusaha menyelamatkan diri dengan cara berenang ke pantai Naikliu. Para penumpang ada yang menggunakan live jaket, ada juga yang tidak pakai live jaket,” tutup I Putu Sudayana.

Penulis: AchmadiEditor: Renoto Sirengga
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *