TANGSEL – Dinas Kesehatan Dinkes Kota Tangerang Selatan resmi menggelar kegiatan “Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Tahun 2026” di wilayah Kecamatan Setu, Senin (06/07/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperluas pengetahuan dan keterampilan kader agar semakin terampil dalam memberikan pelayanan kesehatan rutin di masyarakat.
Camat Setu Erwin Gembala Putra,M.Si., selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para kader.
Beliau berharap pembekalan ini dapat diserap maksimal agar mutu pelayanan kesehatan dasar di tingkat kelurahan di wilayah Setu semakin responsif, komprehensif, dan melayani dengan sepenuh hati.
Kepala Dinkes Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar,M.Kes., dalam laporannya memaparkan peta kekuatan Posyandu di Kecamatan Setu.
Kegiatan ini diikuti perwakilan kader dari 6 kelurahan. Saat ini terdapat 53 Posyandu dengan status seluruhnya aktif, dan total 401 orang kader.
Berdasarkan penilaian berjenjang, kapasitas kader terdiri dari 189 kader Purwa, 181 kader Madya, dan 33 kader Utama. Seluruhnya terus didorong naik tingkat melalui pelatihan berkala.
Acara dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tangerang Selatan Drs. H. Benyamin Davnie. Dalam arahannya, Benyamin menekankan pentingnya peran Posyandu sebagai garda terdepan transformasi pelayanan kesehatan primer berbasis siklus hidup.
Sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, fungsi Posyandu kini diperluas. Pelayanan tidak hanya untuk bayi dan balita, tetapi juga mencakup ibu hamil, anak usia sekolah, remaja, usia dewasa, hingga lansia.
“Atas nama Pemerintah, saya menyampaikan terima kasih yang mendalam atas sumbangsih dan kerja keras tanpa pamrih para kader demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Benyamin.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Lilis Suryani, SKM.M.Kes., menekankan pentingnya instrumen kerja baru.
“Dalam transformasi pelayanan kesehatan primer saat ini, pemanfaatan Kartu Bantu Pemeriksaan Posyandu menjadi instrumen vital bagi kader untuk pencatatan dan pemantauan kondisi warga secara presisi sesuai siklus hidupnya. Melalui penguatan 25 keterampilan dasar, kami ingin memastikan setiap kader mahir menggunakan kartu bantu tersebut, serta memiliki kompetensi edukasi, teknik pengukuran, hingga penyuluhan kesehatan,” jelas Lilis.
Materi pembekalan disampaikan oleh Yepi Suherman selaku Ketua KLPI Kota Tangsel. Ia menekankan penguatan kapasitas kader sebagai motor penggerak, motivator, fasilitator, dan komunikator. Yepi juga mengedukasi pentingnya pola hidup sehat, aktivitas fisik, dan memperkenalkan senam Alzheimer.
Materi kedua dari tim Dinkes Tangsel menjabarkan 25 keterampilan dasar yang harus dikuasai kader, termasuk teknik komunikasi ramah dan metode kunjungan rumah home visit sebagai strategi memantau kesehatan keluarga binaan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan interaktif ini ditutup dengan simulasi praktik penggunaan Kartu Bantu Pemeriksaan dan komitmen bersama untuk mewujudkan 100% Posyandu aktif serta kader kompeten di Kecamatan Setu pada tahun 2026.*

























