Diduga Alami Gangguan Kejiwaan, WNA Inggris Bunuh Diri di Apartemen Tangerang

  • Bagikan
Foto Ilustrasi.

TANGERANG- Wanita asal Inggris, berinisial JAM (59), ditemukan tewas tergantung di kamar apartemen yang dia huni bersama suaminya di kawasan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Diduga wanita tersebut mengalami gangguan kejiwaan hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Tedjo Asmoro, menjelaskan bahwa jasad wanita asal Inggris itu pertama kali diketahui tewas tergantung di ruang balkon kamar apartemennya oleh sang suami yang juga WNA berkebangsaan Inggris.

“Benar, korban ditemukan pertama kali oleh suaminya, BW, seorang WNA asal Britis, pada Rabu 16 November 2022 jam 16.30 WIB kemarin,” terang Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Tedjo Asmoro, dikonfirmasi Jumat (18/11).

BACA JUGA :  Demo Mahasiswa di Bandung Berlangsung Hingga Malam

Setelah mengetahui istrinya tergantung dengan pakaian kimono, sang suami meminta pertolongan petugas keamanan apartemen untuk memanggil ambulans. Meski sang suami meyakini isterinya telah meninggal dunia, namun ia masih berusaha untuk memberikan pertolongan pada isterinya.

“Sempat sebelumnya, suami wanita WNA itu menurunkan istrinya dan mencoba memberikan napas buatan. Setelah itu BW turun menemui saksi FS yang sedang berada di lobi apartemen meminta didatangkan ambulans untuk memberikan pertolongan kepada korban,” terang Tedjo.

Selanjutnya, saksi petugas keamanan apartemen menghubungi Polsek Kelapa Dua.

“Kami telah melakukan pemeriksaan di badan atau tubuh mayat korban dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan. Korban diduga meninggal karena gantung diri kemudian jasad korban dikirim ke rumah sakit,” jelas dia.

BACA JUGA :  Diduga Depresi, Bule Asal Amerika Tewas Gantung Diri di Villa

Tedjo menegaskan dari hasil pemeriksaan terungkap JAM mengalami gangguan kejiwaan. Korban sebelumnya sangat ingin kembali ke negara asalnya di Inggris.

“Keterangan suaminya, istrinya itu mengalami gangguan kejiwaan dan psikis serta sedang meminum obat secara rutin. Dia juga sangat ingin pulang ke Inggris karena merasa tidak betah tinggal di apartemen,” pungkas Tedjo.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *