DPR Dorong RS Hasri Ainun Habibie Gorontalo Terpenuhi Soal Alkes

  • Bagikan
rs. Ainun Habibie Gorontalo (Poto:Istimewa)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh berharap, Rumah Sakit Hasri Ainun Habibie dapat menjadi rumah sakit rujukan yang dapat melayani masyarakat Gorontalo ke depannya.

Untuk itu Komisi IX DPR RI juga akan mendorong kesiapan dan pemenuhan alat-alat kesehatan di RS tersebut.

“Jadi sebenarnya ini adalah RS rujukan. Kita tahu bahwa Gorontalo adalah masih provinsi baru, jadi masih banyak yang perlu dibenahi,”  katanya saat memimpin Komisi IX DPR RI meninjau RS Hasri Ainun Habibie, di Gorontalo, Rabu (23/2) kemarin.

Ninik biasa politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu disapa menyebut, bahwa salah satunya adalah untuk (kasus) TBC di sini cukup tinggi, jadi harus menggiatkan bagaimana ini bisa diatasi dengan baik.

BACA JUGA :  Kasus HIV/AIDS di Riau Banyak Ditemukan pada Kelompok Usia Produktif

“Mereka juga belum punya peralatan-peralatan yang sangat dasar seperti CT Scan HD dan lain sebagainya. Ini yang perlu kita support,” imbuhnya.

Ninik berjanji untuk membantu RS Hasri Ainun Habibie dalam memberikan pelayanan yang baik kepada pasiennya.

Mengingat, jika masyarakat Gorontalo tidak dapat memenuhi haknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang mumpuni di daerahnya, sehingga mengharuskan berobat ke daerah lain, tentu ini akan sangat memakan biaya dan juga waktu.

Ninik juga mengapresiasi upaya RS Hasri Ainun Habibie yang menerapkan sistem komputerisasi kepada pasien, sehingga mengurangi potensi berkerumunnya pasien di RS.

“Jadi mereka bisa mendaftar secara online. Saya pikir itu sesuatu yang baik dan mereka juga bisa melihat bagaimana ketersediaan RS yang ada. Saya pikir itu langkah-langkah yang memang harus dilakukan oleh seluruh RS yang ada dan saya mengapresiasi itu,” kata Ninik

BACA JUGA :  Dinkes Laporkan Penderita HIV/AIDS di Garut Didominasi Kelompok Gay 57 Persen

Saat ini RS Hasri Ainun Habibie adalah masih berstatus tipe C. bahkan di awal berdiri tipe D, sehingga beberapa tahun lalu sudah berubah menjadi tipe C.

Ke depannya, legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur III itu berharap jika nanti akan terus dikembangkan tidak dipungkiri RS tersebut bisa menjadi tipe B.

“Dan saya pikir tempatnya cukup luas dan cukup nyaman ya, jadi RS bukan hanya identik dengan orang sakit tapi juga bisa menyembuhkan rumah untuk menyembuhkan, ada banyak pepohonan yang saya pikir harus dipertahankan untuk bisa memberikan suasana lain kepada pasien agar bisa cepat sembuh,” tutup Ninik. 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *