Konsumsi Kopi Saat Hamil Bisa Pengaruhi Tinggi Badan Bayi dalam Kandungan

  • Bagikan
Foto: ilustrasi

BALI – Pada saat seorang ibu tengah hamil, konsumsi kopi merupakan hal yang pantang dilakukan. Penelitian terbaru mengungkap dampak lain yang bisa dialami seseorang ketika mengonsumsi kopi.

Dilansir dari Medical Daily, diketahui bahwa paparan kopi ketika janin masih di dalam kandungan bisa berdampak pada pertumbuhan anak tersebut. Diketahui bahwa anak bisa tumbuh lebih pendek akibat paparan kopi yang diminum ibu ini.

Untuk memperoleh hasil temuan ini, peneliti menganalisis dua penelitian sebelumnya yang melibatkan sekira 2.400 wanita hamil. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh temuan mengenai tinggi pertumbuhan anak ini.

Diketahui bahwa anak yang terlahir dari wanita dengan kadar kafein dan paraxanthine rendah selama kehamilan, diketahui lebih pendek dibanding anak yang lahir dari ibu yang tak mengonsumsi kafein. Paraxanthine sendiri adalah produk olahan kafein.

BACA JUGA :  Selain Mempercantik Rumah, Ternyata 7 Tanaman Hias Ini Ampuh Usir Debu

Selisih jarak tinggi badan ini bahkan meningkat dari usia empat hingga delapan tahun. Peneliti mengatakan bahwa perbedaan ini bahkan tampak walau wanita hamil hanya mengkonsumsi sangat sedikit kopi dan di bawah rekomendasi 200 mg per hari.

“Walau implikasi hasil klinis belum jelas karena perbedaan yang tampak sangat kecil, namun temuan ini menyatakan bahwa jumlah kecil dari konsumsi kopi harian saat hamil berhubungan dengan pendeknya tinggi badan pada usia anak-anak,” terang hasil penelitian tersebut.

Konsumsi kafein ini perlu diperhatikan tidak hanya pada produk kopi saja, namun juga pada cokelat, teh, dan soda yang mungkin mengandung kafein. Konsumsi sejumlah minuman tersebut penting untuk menjadi perhatian bagi ibu hamil.

BACA JUGA :  Jadi Tim Millen Cyrus di Ajang Miss International Queen 2023, AWA Make Up Artist Masuk Jajaran Top MUA di Indonesia

Walau perbedaan tinggi badan ini cukup sedikit, namun peneliti menganggap bahwa hal ini tetap perlu diperhatikan. Mereka akan mencoba melihat apakah ada dampak kesehatan pada anak atau apakah hal ini bertahan hingga usia dewasa.

Penulis: FitriEditor: Renoto Sirengga
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *