Muhammadiyah: Rusia Vs Ukraina Bukan Konflik Agama, Umat Islam Jangan Terprovokasi

  • Bagikan
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (Foto:Istimewa)

JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta umat Islam Indonesia untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi terhadap pelbagai propaganda yang marak terjadi belakangan ini.

Haedar juga menegaskan bahwa perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina belakangan ini bukan masalah agama.

“Mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, agar tidak terpengaruh oleh provokasi dan propaganda kedua belah pihak yang berusaha mencari dukungan politik internasional,” kata Haedar dalam keterangan resminya dikutip Jumat (4/2).

Ia menambahkan bahwa peperangan Rusia-Ukraina bukanlah karena masalah agama.

Haedar meminta masyarakat dan umat Islam tetap menjaga kerukunan dan persatuan. Ia juga meminta agar umat Islam tidak menyebarkan informasi tidak jelas sumbernya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BACA JUGA :  Kemenag Terbitkan Logo Halal Baru, Label Diterbitkan MUI Tidak Berlaku Lagi

Ia  juga menekankan agar tindakan hegemoni dalam bentuk apapun harus dijauhkan dalam tatanan dunia baru yang menjunjung demokrasi dan perdamaian.

“Karena pada dasarnya semua negara dan bangsa di muka bumi ini memiliki kesetaraan,” kata Haedar.

Di sisi lain, Haedar mengaku prihatin dengan peperangan Rusia-Ukraina yang terjadi sampai saat ini.

Baginya, peperangan pasti menimbulkan kerusakan fasilitas publik dan korban jiwa.  Ia juga menilai peperangan bukanlah jalan keluar menyelesaikan masalah.

“Mendesak kedua belah pihak untuk dapat melakukan gencatan senjata dan mencoba mencari solusi damai melalui meja perundingan,” pinta Haedar.

Haedar juga meminta agar pemerintah Indonesia bisa lebih aktif dan proaktif terlibat dalam penyelesaian peperangan Rusia-Ukraina. Ia juga mendesak PBB melakukan langkah untuk mengakhiri peperangan.

BACA JUGA :  Sepanjang 2021, Dewas Berikan 79 Izin Penyadapan ke KPK

“Karena akan menimbulkan masalah yang kompleks baik ekonomi, politik, kemanusiaan, perdamaian global, dan masalah-masalah lainnya,” kata dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *