Pemerintah Bidik Wilayah Selatan Kabupaten Sukoharjo untuk Perluasan Lahan Budidaya Sorgum

  • Bagikan
Biji Sorgum.

SUKOHARJO– Wilayah selatan Kabupaten Sukoharjo dibidik sebagai lokasi perluasan lahan tanaman sorgum. Kondisi tanah yang kering dinilai sangat cocok untuk pengembangan sorgum.

Sebelumnya, Kabupaten Sukoharjo menjadi salah satu dari tiga wilayah di Jawa Tengah yang ditunjuk untuk pengembangan lahan sorgum. Pada tahun 2022 Sukoharjo mendapat alokasi 20 hektare. 

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno mengatakan, pihaknya siap menyediakan lahan yang diminta Pemprov Jawa Tengah untuk pengembangan sorgum. 

“Wilayah selatan kabupaten sangat cocok dengan karakteristik tanaman sorgum. Kami akan memanfaatkan lahan-lahan tidur di wilayah kering,” kata Bagas, Senin (12/9/2022). 

Sorgum merupakan tanaman yang tahan dengan kondisi kering dan kekurangan air. Sementara, lahan kering sangat banyak di wilayah selatan Sukoharjo, sehingga potensi perluasan sangat memungkinkan.  Ketersediaan lahan sorgum diharapkan mampu mendukung program pengembangan pangan alternatif dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

BACA JUGA :  Panen Raya Padi, Kementan Sebut Harga Beras Mulai Turun

“Proyeksi ke depan, sorgum sebagai bahan pengganti gandum untuk mengurangi impor,” katanya. 

Dikatakannya, luas lahan sorgum di Sukoharjo saat ini relatif kecil, yakni kurang dari 100 hektare. Potensi pengembangan dan perluasan sangat terbuka lebar. Terlebih petani juga tetap bisa produktif saat kemarau.

“Kalau sudah pasti, kami berikan sosialisasi pada petani di wilayah sasaran. Kami akui budi daya sorgum belum diminati secara luas oleh petani Sukoharjo,” ucapnya. 

Yang perlu disiapkan adalah infrastruktur penyerapan hasil panen. Sebab rata-rata petani yang saat ini sudah mengembangkan sorgum, masih kesulitan pemasaran.

Hasil panen petani sorgum baru terbatas pada kalangan tertentu, seperti penderita diabetes sebagai alternatif pangan pengganti nasi.  Sorgum juga mulai dibidik menjadi bahan alternatif pengganti gandum, seiring naiknya harga gandum sebagai dampak krisis pangan dunia.(*)

BACA JUGA :  Begini Penjelasan Kemendag Soal Kenaikan Harga Telur Ayam
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *