Dalam jajak pendapat oleh NHK, hanya 49 persen warga Jepang yang mendukung gagasan pemakaman kenegaraan. Topik tersebut menjadi tren di media sosial pada Jumat.
Di Twitter, seorang pengguna dengan nama panggilan ‘Yuki no Imogai’ menulis, “(Perdana Menteri Fumio) Kishida selalu membual bahwa dia mendengarkan orang-orang, jadi mengapa dia tidak melakukannya sekarang?”.
Sementara pengguna media sosial lainnya membandingkan rencana pemakaman kenegaraan tersebut dengan tanggapan pemerintah terhadap pandemi Covid-19. Terlebih Jepang mencatat lonjakan kasus baru Covid-19.
“Mengingat mereka tidak melakukan apa-apa tentang pandemi, bagaimana mereka bisa memutuskan ini begitu cepat? Ambil uang yang akan Anda gunakan untuk pemakaman dan lakukan sesuatu untuk mengatasi virus korona,” ujar pengguna Twitter dengan nama Heron.
Abe adalah perdana menteri selama lebih dari delapan tahun. Abe sangat berpengaruh di Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa, bahkan setelah dia meninggalkan jabatannya sebagai perdana menteri.(*)

























