200 Hektare Lahan di Lebak Disiapkan untuk Pembangunan TPA Regional Provinsi Banten

  • Bagikan
Ilustrasi lahan TPA. (Foto/ist)

LEBAK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak tengah mempersiapkan lahan dengan luas ratusan hektare yang diperuntukkan bagi pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah regional. Fasilitas ini akan membantu pengelolaan sampah di daerah perkotaan di Provinsi Banten.

“Kami menyambut baik karena kami sudah ada di perbatasan dengan Tangerang, seperti di Kecamatan Maja yang sudah kami siapkan untuk pengelolaan sampah regional,” kata Bupati Lebak Iti Oktavia Jayabaya di Tangerang, Selasa (11/10).

Namun, Iti mengaku masih memikirkan teknologi pengolahan sampah terpadu, agar tidak mencemari lingkungan dan merugikan masyarakat setempat.

“Tinggal kita pakai teknologinya, mungkin bukan yang diangkut seperti itu, tapi dipres. Kita dengan teknologi terbarukan,” kata dia.

BACA JUGA :  Kakanwil Kemenkumham Bersama Direktur HAKI Gelar Audiensi dengan Kapolda Bali

Iti menerangkan, ratusan hektare lahan di wilayah Cimarga dan Maja itu paling memungkinkan untuk dijadikan TPA regional.

“Di Cimarga, sekitar 200 hektaran untuk TPA regional, yang paling memungkinkan memang Kabupaten Lebak, tinggal teknologi yang kita gunakan supaya tidak mencemari masyarakat, seperti belajar dari Bantar Gebang, di Maja perbatasan Sajra luas lahan kurang lebih 10 hektaran lebih,” ungkap dia.

Menurut Iti, dua lokasi Cimarga dan Maja merupakan lokasi strategis yang mudah dijangkau kota/kabupaten lain di Banten, sehingga cocok dijadikan lokasi TPA regional.

“Karena aksesibilitas mudah, seperti di Maja bisa diangkut melalui kereta api, kalo Cimarga melalui jalur tol,” jelasnya.

Tangerang Selatan saat ini sangat membutuhkan TPA regional. Pasalnya, TPA di Cipeucang, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, telah melebihi kapasitasnya.

BACA JUGA :  Pemprov Bali akan Kaji Lagi Soal Proyek Pembangunan LNG di Hutan Mangrove

Terlebih kerja sama pembuangan sampah Tangsel ke TPA Cilowong di Kota Serang, diprotes masyarakat setempat hingga pembuangan ke TPA tersebut terpaksa dihentikan.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *