Dinkes Gelar Apel Pagi, Sekdis Indra Gunawan Soroti 4 Fokus: Simulasi Bencana Hingga Anti Gratifikasi

  • Bagikan

TANGSEL – Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Indra Gunawan, SKM,M.Si, memimpin apel pagi rutin yang diikuti seluruh jajaran pegawai di lingkungan Dinkes, Senin (13/07/2026).

Dalam arahannya, Indra menekankan 4 poin krusial sebagai fokus utama institusi saat ini, mulai dari kesiapsiagaan bencana hingga penegakan integritas ASN.

Indra mengumumkan rencana pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana alam dan kebakaran secara terpadu di lingkungan kantor.

Simulasi ini akan menggabungkan aksi evakuasi dan penanganan medis darurat oleh Tim K3 dan Tim PSC Public Safety Center.

Seluruh anggota Tim K3 yang telah dibentuk pekan lalu diinstruksikan untuk berpartisipasi penuh dan mengosongkan agenda lain pada hari pelaksanaan.

Menindaklanjuti program pemerintah dan instruksi KPK, Indra juga memberikan peringatan keras terkait komitmen anti penyuapan dan gratifikasi.

BACA JUGA :  Jalin MoU dengan RS untuk Pelayanan Rujukan Balita Stunting, Dr. Nurdi : Wujud Komitmen Tuntaskan Stunting

Seluruh bidang dilarang keras menerima uang, barang, atau pemberian dalam bentuk apa pun. Terutama dalam proses penilaian perizinan sarana kesehatan.

Ruang lingkup pengawasan meliputi pengurusan izin Rumah Sakit, Klinik, Apotek, Toko Obat, PIRT, PKRT, hingga kajian teknis restoran.

“Hargai seragam yang kita kenakan sebagai aparatur sipil negara. Mari belajar malu jika kita tidak melayani masyarakat secara ikhlas dan profesional,” tegas Indra.

Ia mengingatkan sanksi berat berupa pemberhentian tidak dengan hormat akan dijatuhkan bagi ASN yang terbukti melanggar komitmen integritas.

Memasuki bulan pertama Triwulan III, Indra meminta setiap kepala bidang segera mengevaluasi dan mengakselerasi program kerja Triwulan II yang masih mengalami keterlambatan target.

BACA JUGA :  Atasi Stunting dan Kemiskinan, Pemkab Tangerang Luncurkan Aplikasi Gebrak Tegas Mobile

Langkah ini dinilai penting agar realisasi program kerja institusi meningkat secara signifikan dan akuntabel.

Menutup arahannya, Indra menekankan pentingnya manajemen risiko lingkungan kerja. Tim K3 ditugaskan melakukan inventarisasi potensi bahaya di setiap ruangan.

Mulai dari aspek fisika, biologi, kimia, ergonomi, hingga psikososial. Hasilnya wajib dipublikasikan melalui stiker peringatan di dinding.

Sebagai langkah preventif, seluruh pegawai juga diwajibkan menerapkan budaya rapi dan aman sebelum pulang. Seperti merapikan tumpukan kertas, mematikan lampu, dan mencabut kabel dari stopkontak.

Untuk mengawal kepatuhan, sistem piket harian bergilir wajib diberlakukan di setiap bidang, termasuk Farmasi dan gedung belakang.

Apel pagi ditutup dengan pembacaan doa bersama. Indra berharap melalui koordinasi dan komitmen yang solid, target pelayanan kepada masyarakat dapat tercapai dengan aman, bersih, dan optimal.*

BACA JUGA :  Biar Tidak Kebablasan, Perawat yang Eksis di Sosmed Perlu Perhatikan 5 Kode Etik Ini
Penulis: NixonEditor: Renoto
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights