Dorna Sports Siasati Motogp Mandalika Rebut Pasar ASEAN

  • Bagikan

BALI – Ajang MotoGP Mandalika merupakan salah satu cara Dorna merebut pasar ASEAN.

CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, mengungkap kawasan Asia Tenggara atau ASEAN sangat penting bagi MotoGP.

Ezpeleta menyadari MotoGP tidak bisa mengimbangi kemewahan ajang Formula One (F1). Tapi pria asal Spanyol itu optimistis MotoGP punya peluang lebih bagus ketimbang F1 dalam merebut pasar Asia Tenggara.

“F1 lebih glamor dibanding MotoGP, dan itu sesuatu yang tidak ingin kami capai atau kami cari, karena kami tidak bisa meraihnya,” ujar Ezpeleta dikutip dari CNNindonesia, Minggu (30/1).

“Di atas segalanya, di kawasan Asia Tenggara, sepeda motor merupakan produk yang lebih banyak digunakan, [MotoGP] lebih dekat dengan sebagian besar masyarakat biasa, daripada ajang F1 atau lainnya,” ucap Ezpeleta.

BACA JUGA :  Duo Pebalap Motogp Diserbu Fans untuk Berswa Poto

MotoGP Mandalika yang akan melakoni debut di MotoGP 2022, 18-20 Maret mendatang, merupakan salah satu upaya Dorna merebut pasar Asia Tenggara. Dengan demikian MotoGP punya tiga seri balapan di ASEAN: Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Sementara F1 yang dimiliki Liberty Media hanya memiliki satu balapan di Asia Tenggara, yakni GP Singapura. Malaysia memutuskan mundur sejak 2018, sedangkan Vietnam yang sempat dijadwalkan digelar pada 2020 terpaksa dibatalkan karena pandemi.

Dalam penelitian terbaru yang dilakukan pihak F1, ajang balap mobil jet darat itu mulai kehilangan penonton anak muda. Ezpeleta mengatakan Dorna berusaha menambah penonton muda untuk menyaksikan MotoGP.

“Tentu kami punya penelitian sendiri, tentang apa yang sedang terjadi. Kami punya profil penonton dan apa yang kami inginkan, agar orang-orang yang sudah menonton tetap bertahan dan penonton anak muda terus berdatangan,” ucap Ezpeleta.

BACA JUGA :  Langsung ke Mandalika, 500 Kamar Hotel Batal Dipesan Penonton MotoGP

“Jika Anda meraih penonton muda, mereka akan bertahan. Tapi kami juga harus mempertahankan penonton yang sudah kami punya, yang punya kekuatan untuk melakukan sesuatu,” ujar Ezpeleta.

(tfn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *