FIP Bronze Jakarta 2026 Sukses Hadirkan Atlet Muda Padel Berprestasi

  • Bagikan

JAKARTA – Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) menegaskan komitmennya mempercepat perkembangan padel nasional melalui penyelenggaraan FIP Bronze Jakarta 2026 yang berlangsung di Rana Grounds, Mampang, Jakarta Selatan, pada 6–12 Juli 2026. Turnamen internasional yang ditutup pada Minggu (12/7/2026) itu menjadi bukti meningkatnya antusiasme terhadap olahraga padel di Indonesia, khususnya di kelompok usia muda.

Konferensi pers penutupan turnamen dihadiri Wakil Ketua Umum PBPI Akash Nathani, Wakil Ketua Umum I dan PLT Ketua Umum PBPI DKI Jakarta PBPI Mochtar Sarman, Wakil Ketua Umum PBPI Kristin Soeryadjaya, serta Head of FIP Promises Jaume Campistol.

Wakil Ketua Umum I PBPI Mochtar Sarman mengungkapkan kebanggaannya atas tingginya partisipasi atlet muda pada ajang FIP Promises yang digelar bersamaan dengan FIP Bronze Jakarta.

“Kurang lebih ada sekitar 190 peserta Promises di sini. Ini sesuatu yang luar biasa dan menjadi sejarah bagi kita semua. Tanggung jawab PBPI ke depan juga semakin besar,” ujar Mochtar.

Menurutnya, perkembangan padel usia muda terus menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah atlet di kelompok usia U-12, U-14, U-16, hingga U-18, serta bertambahnya akademi padel yang bermunculan di berbagai klub di Indonesia.

“Tahun ini kita juga akan menjadi tuan rumah Youth Asia Cup pada November di Jakarta. Artinya pembinaan usia muda menjadi fokus utama PBPI ke depan,” katanya.

Mochtar menjelaskan PBPI juga telah membentuk sistem seleksi nasional yang menjadi dasar pembinaan atlet menuju berbagai kejuaraan internasional. Pemilihan atlet tidak lagi hanya ditentukan oleh hasil satu turnamen, tetapi melalui sistem peringkat nasional yang mengakumulasi poin dari berbagai kompetisi.

“Juara di sini tentu mendapatkan poin besar, tetapi yang dipilih adalah pemain yang benar-benar siap berdasarkan sistem ranking, seleknas hingga pelatnas. Jadi prosesnya objektif,” jelasnya.

BACA JUGA :  Peringati Isra Mi’raj, Ketua DPC PDI-P Sukabumi Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat

Ia menambahkan, Indonesia mulai mempersiapkan atlet menghadapi berbagai agenda internasional, termasuk Asian Games yang menggunakan format pasangan (pair), sementara kejuaraan Youth Promises menggunakan sistem beregu sehingga membutuhkan lebih banyak pemain.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PBPI Akash Nathani menilai penyelenggaraan FIP Bronze Jakarta baru menjadi langkah awal dalam perjalanan panjang pengembangan padel nasional.

“Ini baru titik awal. Saya sangat percaya masa depan padel Indonesia sangat cerah. Skill anak-anak kita berkembang sangat cepat, fondasinya semakin kuat, dan saya yakin target kita membawa padel masuk Olimpiade 2032 bisa terwujud,” ujar Akash.

PBPI, lanjutnya, juga tengah membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan bagi atlet muda. Selain jalur prestasi, organisasi kini menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga dan perguruan tinggi untuk membuka peluang beasiswa bagi atlet.

“Kami sedang bekerja sama dengan beberapa lembaga dan kampus agar atlet memiliki kesempatan memperoleh beasiswa. Jadi masa depan mereka tidak hanya bergantung pada prestasi olahraga, tetapi juga pendidikan,” katanya.

Tak hanya itu, PBPI juga akan meluncurkan Liga Pro Padel Indonesia pada bulan depan yang diklaim sebagai liga profesional padel pertama di kawasan ASEAN.

“Liga Pro ini menjadi jenjang bagi atlet-atlet muda untuk berkarier sebagai pemain profesional. Jadi mereka memiliki masa depan yang jelas,” tambahnya.

Akash menjelaskan PBPI kini telah menerapkan sistem peringkat nasional sebagai dasar pembinaan atlet. Sistem tersebut menjadi acuan dalam proses seleksi menuju tim nasional sehingga pemilihan atlet dilakukan secara objektif berdasarkan performa dan kesiapan.

“Point system sudah berjalan dan bisa dilihat di website PBPI. Tahun ini kita sudah memiliki dua turnamen FIP Promises, dan ke depan jumlah event internasional pasti akan semakin banyak. Kami juga sudah membentuk tim seleksi nasional, termasuk tim nasional kelompok usia. Pada November nanti Jakarta akan menjadi tuan rumah Youth Asia Cup, sehingga tanggung jawab PBPI dalam pembinaan atlet semakin besar,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sehatkan Warga Tangsel, Media Suryapagi Gelar Turnamen Bola Voli

Menurut Akash, menjadi juara di satu turnamen bukan jaminan otomatis masuk tim nasional. Prestasi memang memberikan tambahan poin yang signifikan dalam sistem peringkat, namun keputusan akhir tetap ditentukan melalui proses seleksi nasional dan pemusatan latihan nasional.

“Bukan berarti juara di sini otomatis masuk tim nasional. Gelar juara memang memberikan akumulasi poin yang besar dalam sistem ranking, tetapi yang dipilih adalah atlet yang benar-benar siap saat dibutuhkan. Semua melalui proses seleksi yang objektif,” jelasnya.

Ia mengatakan mekanisme seleksi juga menyesuaikan regulasi setiap kejuaraan internasional. Pada Asian Games, pertandingan menggunakan format pasangan (pair), sedangkan Youth Promises menggunakan format beregu sehingga membutuhkan lebih banyak atlet.

“Karena formatnya berbeda, kebutuhan pemain juga berbeda. Itulah mengapa kami terus memperluas pembinaan agar semakin banyak atlet yang siap mewakili Indonesia. Target kami, mulai tahun depan semakin banyak atlet Indonesia yang bisa dikirim bertanding di level internasional,” kata Akash.

Lebih lanjut, Akash menegaskan PBPI akan memperluas penyelenggaraan turnamen internasional ke berbagai daerah agar perkembangan padel tidak hanya terpusat di Jakarta dan Bali.

“Ke depannya pasti kita akan menggelar event di kota-kota lain. Untuk tahun ini Indonesia mendapat jatah empat turnamen FIP, yakni yang sudah berlangsung di Yogyakarta, kemudian Jakarta, dilanjutkan Banten pada pekan depan, dan Bali pada bulan depan,” ujarnya.

Khusus untuk kategori FIP Promises, Indonesia tahun ini dipercaya menggelar dua seri, yakni di Jakarta dan Bali. Menurutnya, kedua kota tersebut dipilih karena memiliki jumlah peserta dan antusiasme masyarakat yang paling tinggi terhadap olahraga padel.

BACA JUGA :  Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Piala AFF Sesuai Standar FIFA

“Jakarta dan Bali saat ini memiliki animo terbaik di Indonesia sehingga menjadi benchmark bagi provinsi-provinsi lain. Harapannya, tahun depan daerah-daerah lain bisa mengikuti jejak tersebut sehingga jumlah turnamen FIP Promises di Indonesia akan semakin banyak,” katanya.

Sementara itu, Head of FIP Promises Jaume Campistol memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan padel Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan FIP Promises Jakarta menjadi salah satu yang terbesar di Asia.

“Tahun ini kami memiliki lebih dari 100 peserta internasional yang berasal dari 31 negara. Bahkan kami berhasil menggelar delapan kategori usia, mulai U-12, U-14, U-16 hingga U-18. Ini merupakan salah satu event terbesar di Asia,” ujar Jaume.

Ia menjelaskan, untuk membuka satu kategori dibutuhkan minimal empat peserta. Keberhasilan Indonesia menghadirkan seluruh delapan kategori menjadi bukti kuatnya pembinaan atlet usia muda.

“Ini menunjukkan perkembangan padel di Indonesia berada pada jalur yang sangat baik,” katanya.

Jaume menambahkan Indonesia memperoleh kepercayaan menggelar empat turnamen FIP sepanjang 2026, yakni di Yogyakarta, Jakarta, Banten, dan Bali. Sementara FIP Promises hanya diberikan kepada Jakarta dan Bali karena kedua kota tersebut memiliki tingkat partisipasi tertinggi.

PBPI berharap keberhasilan penyelenggaraan FIP Bronze Jakarta 2026 menjadi momentum lahirnya lebih banyak turnamen internasional di berbagai daerah, memperkuat sistem pembinaan nasional, serta melahirkan atlet-atlet Indonesia yang mampu bersaing di level Asia hingga dunia. Dengan ekosistem kompetisi yang semakin lengkap, mulai dari pembinaan usia dini, sistem ranking nasional, liga profesional hingga kejuaraan internasional, PBPI optimistis target menjadikan Indonesia sebagai kekuatan baru padel Asia dan mewujudkan mimpi tampil di Olimpiade 2032 semakin realistis.*(Danang)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights