Karena Kesal, Anggota Satpol PP Tangsel Dikeroyok Sopir Angkot

  • Bagikan
Foto: ilustrasi

TANGSEL – Seorang pegawai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bernama Sahroni dikeroyok sejumlah sopir angkutan kota (angkot) saat melintas di kawasan jalan Tegal Rotan, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Berdasarkan laporan korban, Kepolisian Sektor Pondok Aren, Polres Tangerang Selatan, mendalami kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang dialami Sahroni, petugas Satpol PP Kota Tangerang Selatan.

“Sudah diamankan dua orang, saat ini masih dalam pemeriksaan,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren, AKP Roni dikonfirmasi, Minggu (13/2/2022).

Pegawai Satpol PP Tangsel itu menerangkan, aksi pengeroyokan dan penganiayaan dilakukan oleh sopir angkutan kota (angkot) yang biasa mangkal di belakang Bintaro Trade Center (BTC) yang terjadi pada Kamis (10/2/2022) lalu.

BACA JUGA :  Rumah Kos di Kalideres Diduga Jadi Sarang Prostitusi Online

“Ceritanya saya baru pulang bekerja mau ke rumah. Kemudian ada angkot mau keluar, saya dim dan klakson dengan maksud agar saya dahului angkot itu” terang Sahroni dikonfirmasi, Minggu (13/2).

Bukannya diberikan jalan, salah satu pelaku justru menabrakkan angkot ke mobil yang dikemudikan Sahroni.

“Setelah itu saya klakson lagi, tapi dia malah mundur dan mau menabrakan kembali mobil saya,” terang Sahroni.

Karena kesal tidak diberikan jalan dan malah membuat kendaraannya rusak, Sahroni keluar mobil untuk melihat kondisi mobil. Namun sang sopir angkot yang juga keluar dari kendaraannya langsung saja memarahi Sahroni.

“Dia malah nanya saya maksudnya apa. Terus malah langsung mukulin saya,” katanya.

BACA JUGA :  Satrio Arismunandar: Penemuan Jati Diri Jadi Kunci Bagi Hidup yang Bermakna

Sahroni mengaku sempat berusaha melawan atas tindak kekerasan yang dialami. Tetapi ada teman – teman pelaku juga ikut memukulinya. Dia mengira, beberapa pelaku yang mengeroyoknya itu dalam kondisi mabuk.

Sahroni sempat mendapat pertolongan dari petugas keamanan sekitar. Namun kawanan sopir angkot tersebut malah mengancam.

“Dia diancam engga boleh ikut campur. Saya dipukulin terus,” katanya.

Akibat kejadian yang dialaminya itu, Sahroni mengalami sejumlah luka cukup serius dan langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Pondok Aren.

“Bibir saya pecah. Terus ada beberapa bagian di tubuh yang lebam, saya sudah lapor Polisi,” jelasnya.

Menurut Sahroni, ketika berada di Mapolsek Pondok Aren, ada beberapa orang diduga menjadi korban yang sempat ditabrak oleh pengemudi angkot tersebut.

BACA JUGA :  Mengenal Makna Ritual Reba bagi Masyarakat Ngada Nusa Tenggara Timur

“Pas saya lapor udah ada ibu – ibu katanya ditabrak juga sama angkot tersebut, jadi serangkaian,” jelas dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *