Ogah Impor Gas Rusia, Sejumlah Kota di Jerman Larang Warganya Gunakan Pemanas untuk Hemat Energi

  • Bagikan
Ilustrasi air panas. (Foto/ist)

BERLIN- Kota Hannover di Jerman mengambil langkah drastis dalam upaya untuk mengurangi konsumsi energi saat negara itu bersiap menghadapi krisis energi yang mengancam.

Pemerintah kota Hannover telah memutus aliran air panas di gedung-gedung publik dan mengurangi suhu pemanas ke tingkat maksimum sebagai bagian dari kampanye hemat energi mereka.

Pihak berwenang Hannover memberi tahu penggemar olahraga kota itu untuk mandi air dingin pada awal pekan ini ketika mengumumkan air panas akan dimatikan di semua bangunan publik di kota itu, termasuk gedung olahraga, pusat kebugaran, dan kolam renang mulai sekarang.

Pegawai negeri juga harus mencuci tangan dengan air dingin saat bekerja di bawah peraturan baru. Penduduk kota juga harus bersiap menghadapi suhu yang lebih dingin saat berada di dalam ruangan.

BACA JUGA :  Harapan Komunitas LGBT di Jepang untuk Menikah Pupus Usai Putusan Pengadilan Osaka

Di bawah aturan baru, suhu kamar maksimum di gedung-gedung publik, termasuk pusat penitipan anak, dibatasi hingga 20 derajat Celcius. Di ruang olahraga dan pusat kebugaran, suhunya tidak boleh melebihi 15 derajat Celcius – menurut daftar peraturan yang dipublikasikan di situs resmi kota.

Periode pemanasan musim dingin yang akan datang untuk bangunan kota juga telah ditetapkan antara 1 Oktober 2022 hingga 31 Maret 2023.

“Di luar periode tersebut, pemanas umumnya tidak lagi disediakan,” pihak berwenang memperingatkan seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (29/7/2022).

Langkah-langkah lain termasuk mematikan air mancur dan lampu eksternal untuk balai kota, museum kota, dan bangunan umum lainnya. Langkah-langkah tersebut diambil saat kota itu meluncurkan kampanye untuk mengurangi konsumsi energi sebesar 15% untuk mempersiapkan potensi kemacetan pasokan di musim dingin.

BACA JUGA :  Usai Diberikan Tank Canggih, Ukraina Minta Lagi ke Barat Kirim Jet Tempur

Pemerintah kota mengatakan mereka ingin mempersiapkan terlebih dahulu daripada hanya bereaksi terhadap situasi, ketika tidak ada lagi cukup bensin untuk semua orang.

“Kita harus mengatasi situasi ini,” kata Pejabat Urusan Keuangan dan Pengaturan kota Axel von der Ohe.

Sementara itu, Walikota Hannover Belit Onay mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa setiap kilowatt jam yang dihemat melindungi fasilitas penyimpanan gas.

Hannover bukan satu-satunya kota di Jerman yang mengambil tindakan perlindungan menjelang musim dingin. Kota Dusseldorf berencana untuk mengurangi suhu pemanas untuk musim gugur dan musim dingin untuk menghemat energi, menurut tabloid Jerman Bild.

Sebelumnya pada bulan Juli, outlet media Jerman juga melaporkan bahwa orang Jerman telah mengurangi waktu mandi mereka di tengah seruan penghematan pemerintah yang berulang kali.

BACA JUGA :  Ratusan Warga Palestina Diserbu Pasukan Israel Saat Ibadah di Masjid Al Aqsha, Jamaah Dipukuli Tanpa Ampun!

Menteri Ekonomi dan Wakil Rektor Jerman Robert Habeck sebelumnya telah menyerukan kepada orang-orang untuk mengurangi penggunaan pemanas, kunjungan sauna, dan mandi untuk membantu negara itu mengurangi ketergantungannya pada energi Rusia.

Jerman telah bersiap menghadapi krisis energi ketika Uni Eropa berupaya mengurangi ketergantungan blok tersebut pada energi Rusia di tengah kebuntuan atas aksi militer Moskow di Ukraina. Harga gas hampir empat kali lipat tahun ini, terutama karena aliran menyusut dari Rusia, pemasok utama benua itu.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *