Laporan media Israel mengutip tentara Israel yang mengatakan bahwa tentaranya mengepung sebuah rumah dan terlibat baku tembak dengan gerilyawan Palestina, sebelum menargetkan rumah itu dengan rudal yang diluncurkan dari bahu dan membunuh ketiga pria itu.
Suboh dan Taha meninggal di tempat, sementara Nabulsi dipindahkan ke rumah sakit setempat di kota Nablus, tetapi upaya untuk menyelamatkannya gagal menurut kementerian kesehatan.
Sebuah rekaman suara beredar di akun media sosial Palestina, dikatakan dikirim oleh Nabulsi kepada wartawan lokal beberapa menit sebelum kematiannya.
“Beri tahu ibuku bahwa aku mencintainya, lindungi tanah air dan demi kehormatanmu, jangan pernah menjatuhkan senapanmu,” demikian bunyi rekaman pesan suara itu. Namun Al Araby tidak dapat memverifikasi keasliannya.
Kemudian di pagi hari, pengeras suara masjid di Nablus mengumumkan kematian Nabulsi dan dua rekannya yang bersenjata, Suboh dan Taha, serta menyatakan pemogokan umum di kota itu sebagai tanda berkabung.
“Semua bisnis tutup pada hari itu, begitu juga dengan lembaga pemerintah dan non-pemerintah,” kata Abu Wardeh.
“Bahkan universitas al-Najah menangguhkan semua ujian untuk hari itu,” imbuhnya.
Nablus telah menjadi pusat eskalasi Israel-Palestina dalam beberapa bulan terakhir. Orang-orang bersenjata lokal berulang kali bentrok dengan pasukan Israel yang mengawal pemukim Israel ke situs-situs keagamaan di kota itu dalam serangan malam hampir setiap pekan.
Israel meningkatkan tindakan kerasnya terhadap Nablus dalam beberapa pekan terakhir. Pada akhir Juli, pasukan Israel membunuh dua militan Palestina setelah empat jam baku tembak yang digambarkan oleh penduduk setempat sebagai yang paling kejam dalam dua puluh tahun.
Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengutuk serangan Israel, menyebutnya “pembantaian”, dan memperingatkan Israel tentang “konsekuensi” yang tidak ditentukan.
Dengan Nabulsi, Suboh dan Taha, jumlah warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel sejak awal tahun 2022 mencapai 129, di antaranya 46 orang tewas dalam pemboman Israel di Jalur Gaza selama akhir pekan.(*)

























