JAKARTA – Pameran wisata petualangan dan olahraga ekstrem, Deep and Extreme Indonesia 2026, kembali digelar di Hall B Jakarta Convention Center pada 23–26 April 2026. Ajang tahunan ini menjadi salah satu platform terbesar dalam menampilkan potensi wisata berbasis pengalaman di Indonesia.
Tahun ini, DXI hadir dengan kolaborasi bersama Asia Dive Expo 360, memperkuat perannya sebagai ruang strategis untuk mempromosikan kekayaan alam Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berbasis experience-based tourism.
Tidak sekadar menjadi ajang pameran industri, DXI 2026 juga difungsikan sebagai wadah edukasi dan kolaborasi lintas sektor. Berbagai pemangku kepentingan terlibat untuk mendorong pengembangan destinasi wisata baru di sejumlah daerah.
Fokus utama tahun ini diarahkan pada eksplorasi potensi wisata bahari, ekowisata, serta destinasi petualangan yang belum tergarap optimal di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan pentingnya keberlanjutan penyelenggaraan DXI sebagai bagian dari strategi pembangunan pariwisata nasional.
“Semoga DXI 2026 ini bisa terus kita kawal dari tahun ke tahun, bahkan hingga 2045 dan seterusnya. Ini adalah salah satu pilar strategis yang harus kita jaga bersama,” ujarnya saat membuka acara.
Ia juga menekankan perlunya pengembangan destinasi wisata baru di luar Bali. Menurutnya, Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada satu destinasi unggulan, meskipun Bali telah lama menjadi ikon pariwisata nasional.
“Kita harus mengembangkan ‘Bali-Bali baru’ karena masih banyak destinasi yang belum tereksplorasi secara optimal. Ini membutuhkan dukungan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah,” jelasnya.
Sejumlah destinasi potensial yang disebut antara lain Sulawesi Utara, Wakatobi, Labuan Bajo, hingga Raja Ampat.
Menurutnya, tren wisata global kini menunjukkan peningkatan minat terhadap pengalaman autentik dan aktivitas berbasis alam. Indonesia dinilai memiliki keunggulan besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Wisatawan kini tidak hanya datang untuk melihat keindahan, tetapi juga mencari pengalaman. Ini yang harus kita tangkap sebagai peluang,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah untuk memperluas pengembangan pariwisata secara merata di berbagai daerah, tidak lagi terpusat di satu wilayah.
Dengan meningkatnya minat terhadap wisata petualangan dan eksplorasi, DXI 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan dunia dalam sektor pariwisata berbasis pengalaman.*(Danang)

























