Proyek Geothermal Salak Targetkan 5 Sumur, Buka Peluang Ekonomi Warga

  • Bagikan

SUKABUMI – Upaya memperkuat kemandirian energi bersih kembali digulirkan di kawasan Gunung Salak. PT Star Energy Geothermal Salak bersama PT Pelumpang Raya Anugerah (PRA) menggelar sosialisasi operasional pengeboran panas bumi (geothermal drilling) di Gedung GSC Salak, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pihak perusahaan dengan para pemangku kepentingan, termasuk perwakilan masyarakat dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dari tiga wilayah lintas kabupaten, yakni Kecamatan Kabandungan dan Kalapanunggal (Sukabumi), serta Kecamatan Pamijahan (Bogor).

Dalam sesi pemaparan, Humas Star Energy Geothermal Salak, H. Asrul, menegaskan komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat lokal, baik dari sisi tenaga kerja maupun dampak sosial ekonomi lainnya.

BACA JUGA :  Tergeletak di Kamar Mandi, WN Inggris Ditemukan Tewas di Penginapan Bali

“Untuk saat ini belum ada perekrutan tenaga kerja baru karena kami masih melanjutkan kontrak tenaga kerja lokal yang sudah berjalan. Namun sejak awal, kami selalu berkomitmen terhadap perbaikan fasilitas umum dan pemberdayaan masyarakat. Fokus kami sekarang adalah melangkah ke depan dengan lebih baik,” ujar Asrul.

Hal senada disampaikan Rig Engineer PT PRA, Bambang Prayitno, yang menjelaskan bahwa proyek pengeboran lima sumur panas bumi ditargetkan berlangsung sekitar satu tahun, dengan kemungkinan penyesuaian tergantung kondisi lapangan.

Menurut Bambang, proyek ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Perusahaan berkomitmen memprioritaskan produk lokal, khususnya hasil pertanian dan sektor perdagangan, untuk mendukung kebutuhan operasional.

BACA JUGA :  Pemkab Kidul akan Bebaskan Lahan Bukit Gua Braholo yang Banyak Ditemukan Benda Prasejarah

“Kami akan mengutamakan suplai dari masyarakat sekitar. Selain itu, ke depan juga akan ada peluang perekrutan tenaga kerja baru, dengan estimasi kebutuhan sekitar 80 orang di luar tenaga kerja yang sudah ada saat ini,” jelasnya.

Dukungan terhadap proyek energi bersih ini juga datang dari unsur Forkopimcam. Kapolsek Kalapanunggal, IPTU Aah SR, menegaskan pentingnya sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini demi kemaslahatan masyarakat. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci untuk mendorong kemajuan wilayah Kalapanunggal, Kabandungan, dan Pamijahan,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat lingkar proyek, Apih Otoy, menyambut positif kegiatan sosialisasi tersebut. Ia mengapresiasi keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan, sekaligus berharap proyek berjalan lebih baik dibandingkan sebelumnya.

BACA JUGA :  Percantik Kota, Pemkot Tangerang Cat Ulang Pot Tanamanan di Sepanjang Jalan Daan Mogot

“Kami berharap proses pengeboran kali ini berjalan lancar dan memberikan manfaat lebih besar. Tadi sempat ada kekhawatiran soal tenaga kerja, namun setelah dijelaskan, peluang itu tetap ada. Kami berharap ke depan lebih banyak warga lokal yang bisa terlibat,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah. Kolaborasi antara industri energi dan masyarakat lokal diharapkan mampu berjalan selaras, guna mewujudkan masa depan energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.*(Asep)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights