
Malang – Kanjuruhan Holiday Fest 2026 menjadi salah satu upaya menggerakkan perekonomian daerah melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Event yang berlangsung di halaman luar Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, sejak 4 hingga 12 Juli 2026 itu melibatkan lebih dari 100 pelaku UMKM.
Kegiatan yang digelar hasil kolaborasi Tenaga Ahli Pariwisata dan Pembina UMKM, Dwi Juniarto bersama Indo Java tersebut memanfaatkan momentum libur sekolah dengan menghadirkan beragam wahana hiburan sekaligus ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.
Owner Indo Java, Adzan Ashari Firmansyah, mengatakan sekitar 70 persen tenant yang mengikuti festival merupakan UMKM asal Kabupaten Malang. Sementara 30 persen lainnya berasal dari luar daerah yang tertarik bergabung setelah promosi acara ramai diperbincangkan di media sosial.
“Antusiasme dari luar Malang sebenarnya cukup tinggi. Banyak yang ingin ikut setelah promosi di TikTok viral, tetapi kapasitas di halaman luar Stadion Kanjuruhan hanya mampu menampung sekitar 100 tenant,” ujarnya, Sabtu (11/7).
Menurut Adzan, penyelenggaraan Kanjuruhan Holiday Fest 2026 merupakan yang pertama. Melihat tingginya minat masyarakat, pihaknya berharap festival ini dapat menjadi agenda rutin setiap musim liburan dengan konsep yang selalu diperbarui.
Ia menjelaskan, setiap tahun penyelenggara akan menghadirkan tema dan wahana yang berbeda agar masyarakat tidak merasa jenuh. Tahun ini, salah satu daya tarik utama adalah Dino Show yang menyasar anak-anak, serta jet coaster untuk kalangan remaja.
“Kami ingin setiap liburan menghadirkan sesuatu yang baru. Harapannya festival ini bukan hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga memberikan edukasi bagi anak-anak,” ungkap dia.
Adzan menegaskan, pembatasan jumlah tenant juga dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekonomi para pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di kawasan Stadion Kanjuruhan agar tetap memperoleh kesempatan berusaha.
Selama penyelenggaraan festival, jumlah pengunjung terus meningkat. Tidak hanya warga Kepanjen, pengunjung juga datang dari berbagai daerah seperti Lawang, Purwosari, hingga Dampit.
Menurutnya, promosi digital menjadi faktor penting dalam mendatangkan pengunjung. Selain didukung para influencer asal Malang, para pelaku UMKM juga aktif membuat konten promosi sehingga jangkauan pemasaran mereka semakin luas.
“Para tenant ikut membuat konten di media sosial. Dampaknya bukan hanya membantu promosi acara, tetapi juga meningkatkan penjualan produk mereka,” jelasnya.
Kanjuruhan Holiday Fest 2026 resmi ditutup pada Minggu (12/7). Ke depan, penyelenggara berharap festival ini dapat terus berkembang dengan menghadirkan konsep yang lebih inovatif, sehingga mampu menjadi agenda wisata tahunan sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan perekonomian Kabupaten Malang.

























