Pemerintah pusat telah mengeluarkan aturan sedikit demi sedikit untuk mencoba menertibkan penggunaan ganja.
Peraturan baru mulai berlaku pada Jumat (17/6), melarang semua merokok ganja di tempat umum serta penjualan ganja kepada orang-orang di bawah usia 20 tahun, perempuan hamil, dan ibu menyusui. Aturan itu diterbitkan semalam di surat kabar milik Kerajaan Thailand Royal Gazette.
Beberapa aturan lain termasuk melarang ganja di sekolah dan persyaratan bagi pengecer untuk memberikan informasi yang jelas tentang penggunaan ganja dalam makanan dan minuman. Kemudian penerapan Undang-Undang kesehatan yang mendefinisikan asap dari ganja sebagai gangguan publik yang dapat dihukum penjara dan denda.
Kritikus mengatakan pemerintah bergegas untuk menghapus hukuman pidana pada ganja sebelum mengesahkan Undang-Undang untuk memastikan substansi diatur.
Menteri Kesehatan Thailand dan advokat terkemuka untuk legalisasi ganja Anutin Charnvirakul telah membela pendekatan pemerintah untuk legalisasi.
“Kami melegalkan ganja untuk penggunaan medis dan kesehatan,” kata Anutin di Government House pada Jumat.
“Penggunaan di luar ini tidak pantas dan kami membutuhkan Undang-Undang untuk mengendalikannya,” katanya.(*)

























