Polisi Ungkap TKI Ilegal Jalur Air, 9 Tersangka Pengirim Berhasil Ditangkap

  • Bagikan
Pekerja TKI Ilegal (Ilustrasi)

MEDAN – Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Utara mengungkap tindak pidana penaga kerja ilegal (Pekerja Migran Indonesia /PMI) yang hendak diberangkatkan ke Malaysia lewat jalur laut.

Dirpolairud Polda Sumut Kombes Toni Ariandi Effendi mengatakan, kasus ini terungkap saat puluhan pekerja ilegal ini ditemukan polisi berada dalam kapal yang akan tenggelam di tengah laut.

“Ada 86 orang PMI yang diamankan itu berada di satu kapal dalam kondisi bocor. Beruntung mereka berhasil kita selamatkan dan tidak tenggelam di tengah laut,” kata Sabtu (5/3).

Toni menyebutkan bahwa para pekerja ilegal itu ditemukan di sekitar perairan Sei Sarang Olang, Kabupaten Asahan pada 1 Februari 2022.

BACA JUGA :  Gara-gara Uang Kembalian Kurang, Seorang Pria Aniaya Petugas SPBU

Menurutnya, para pekerja itu berasal dari beberapa wilayah di luar Sumut seperti NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, Madura, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Utara.

Dalam kejadian itu, polisi menetapkan sembilan tersangka dalam kasus pengiriman pekerja migran ilegal ini.

Kesembilan tersakngka itu masing-masing berinisial AN (33) yang merupakan nahkoda kapal. Kemudian, lima anak buah kapal (ABK) yang masing-masing berinisial AP (34), S (38), IH (31), Z (38), MF (23).

Kemudian, tiga tersangka lain ditangkap di Perairan Kwala Bagan, Asahan. Mereka berinisial ZM (40) yang merupakan nahkoda, kemudian dua ABK berinisial H (44) dan LI (35).

“Artinya kembali terungkapnya tindak pidana kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan ke Malaysia secara ilegal ini menjadi atensi Polda Sumut,” jelasnya.

Toni mengatakan bahwa kepolisian masih bakal melakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap perkara tersebut. Sejauh ini, kepolisian dapat memastikan bahwa 23 orang dari 86 PMI yang diamankan memiliki paspor resmi.

“Nantinya Dit Polairud berkoordinasi dengan Imigrasi untuk memblaklist pasport milik PMI tersebut,” tandas dia.

Kasus pengiriman PMI ilegal sempat menarik perhatian publik usai muncul kasus kecelakaan kapal ke Malaysia.

BACA JUGA :  Tabrak Ambulans di Lampu Merah, Pengendara Motor di Denpasar Langsung Tewas

Setelah diselidiki, orang-orang yang diangkut dalam kapal tersebut tidak menggunakan penyalur resmi untuk dapat bekerja di Malaysia.

Selain itu, banyak PMI yang tak dilengkapi dengan surat-surat resmi ketika datang ke Malaysia sehingga dianggap pendatang ilegal.

Kasus terakhir ialah saat lima WNI tewas tenggelam akibat kapal karam di Malaysia. Peristiwa ini terjadi di perairan Pengerang, Kota Tinggi, Johor, Malaysia, Kamis (20/1).

Kejadian ini menambah deretan peristiwa serupa. Berdasarkan catatan, sejak pertengahan Desember hingga 20 Januari 2022 total korban tewas akibat kapal tenggelam di Malaysia mencapai 33 orang.

Di rentang itu, tercatat sudah tiga kali insiden kapal tenggelam terjadi di perairan Malaysia.

BACA JUGA :  Polisi Selidiki Holywings Soal Dugaan Penistaan Agama, Promo Bir Gratis Muhammad
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *